POJOKSATU.ID — Upaya menurunkan emisi karbon tak lagi sekadar wacana bagi jaringan ritel Alfamidi.
Perusahaan ini kini mengoperasikan 30 Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia, sekaligus memperluas program pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Langkah ini dianggap sebagai terobosan penting dalam industri ritel yang tengah didorong menuju praktik bisnis berkelanjutan.
Baca Juga: Siapkan Payung Hukum untuk Pesantren, Raperda Fasilitasi Mulai Dibahas DPRD Kota Bandung
Pemasangan PLTS tersebut mencakup delapan kantor cabang, 20 gerai Alfamidi Super, serta satu toko reguler.
Panel-panel surya ini menghasilkan kapasitas total lebih dari 3.000 kWp yang mampu memproduksi listrik sekitar 2,8 juta kWh.
Pemanfaatan energi matahari ini tidak hanya mengurangi ketergantungan pada listrik konvensional, tetapi juga memberikan efisiensi biaya bagi operasional toko.
Baca Juga: Hingga Kamis Sore, Korban Meninggal Banjir Bandang dan Longsor Tapsel Sumut Tembus 23 Orang
Menurut laporan internal, penggunaan PLTS berkontribusi pada penurunan emisi karbon hingga lebih dari 1.600 ton.
Angka ini setara dengan penyerapan karbon ribuan pohon selama bertahun-tahun.
Selain mengurangi jejak karbon, PLTS juga membantu penghematan biaya listrik perusahaan yang nilainya mencapai miliaran rupiah dalam satu tahun operasional.
Tidak berhenti pada sektor energi, Alfamidi juga memperkuat komitmen lingkungannya melalui program pilah sampah dan kerja sama dengan bank sampah di berbagai daerah.
Baca Juga: DAM Gelar Cari Aman Skill Competition 2025, Tantang Peserta Uji Etika dan Kemampuan Berkendara
Melalui program Kampung Merdeka Alfamidi, masyarakat diajak terlibat dalam kegiatan pemilahan sampah rumah tangga untuk kemudian didistribusikan ke unit daur ulang.
Sampah yang terkumpul dapat memiliki nilai ekonomi sekaligus mengurangi volume limbah yang berakhir di tempat pembuangan.
Kegiatan edukasi publik mengenai pentingnya pengelolaan sampah juga rutin digelar melalui berbagai agenda perusahaan, salah satunya Family Day Fun Walk.
Baca Juga: PKH dan BPNT Cair November 2025, Ini Jadwal Lengkap Penyaluran Tahap Akhir Tahun
Dalam acara tersebut, peserta diajak memilah sampah secara langsung untuk menunjukkan bahwa perubahan perilaku sederhana dapat memberikan dampak besar bagi lingkungan.
Perusahaan juga melakukan penanaman pohon di sejumlah provinsi sebagai bagian dari langkah jangka panjang memperkuat ketahanan lingkungan.
Daerah seperti Medan, Makassar, Kendari hingga Manado tercatat menjadi bagian dari lokasi gerakan penghijauan yang dilakukan Alfamidi.
Baca Juga: Kenali 7 Macam Status Exclude Bansos di 2025 Jangan Sampai Anda Tercoret Tak Sengaja
Aksi ini dipandang sebagai kontribusi nyata sektor ritel dalam menghadapi tantangan krisis iklim.
Dengan memadukan energi terbarukan, efisiensi operasional, pengelolaan sampah, serta pemberdayaan masyarakat, Alfamidi menunjukkan bahwa perubahan menuju bisnis berkelanjutan tidak hanya memungkinkan tetapi juga menguntungkan.
Pemerintah sedang mendorong percepatan penggunaan energi terbarukan dan pengurangan emisi nasional.
Baca Juga: Bapanas Bulog Salurkan Paket Sembako, 20 Kg Beras dan 4 Liter Minyak untuk Keluarga Terdaftar
Inisiatif Alfamidi ini menjadi contoh bagaimana pelaku industri dapat ambil bagian melalui langkah-langkah konkret yang langsung berdampak pada lingkungan dan kehidupan masyarakat sekitar.***




