POJOKSATU.id, JAKARTA -- Teka-teki siapa yang menjadi pendamping Capres Ganjar Pranowo akan terungkap sebulan lagi atau pada Juni 2023 nanti. PDIP akan mengumumkan di Bulan Bung Karno.

Kemungkinan besar, PDI Perjuangan akan mengumumkan bakal cawapres bagi Ganjar Pranowo pada perayaan Bulan Bung Karno atau pada Juni 2023 nanti.

Hingga saat ini PDIP masih terus melakukan pemetaan hingga analisis secara dinamis.

Untuk itu, seluruh nama kandidat yang sudah ada akan proses secara maksimal untuk mendapatkan pendamping terbaik bagi Ganjar Pranowo.

"Ibu Mega mengatakan ada 10 nama, sehingga dari situlah memerlukan waktu, dan pada bulan Juni, PDI Perjuangan akan mengadakan peringatan Bulan Bung Karno yang puncaknya pada tanggal 24 Juni," kata Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto di Jakarta Pusat, Sabtu (20/5).

Dikatakan, mengingat keputusan dari tahapan pemilihan umum, Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan membuka pendaftaran Capres Cawapres 2024 pada 19 Oktober 2023.

“Tentu saja diharapkan pada momentum yang tepat nanti sudah ditetapkan calon wakil presiden tersebut," imbuhnya.

Namun demikian, Hasto mengaku belum mengetahui 10 nama cawapres itu. Ia juga tidak mau memberi kisi-kisi mengenai 10 cawapres itu.

"Jumlah ada 10, pokoknya yang terbaik yang mendampingi Pak Ganjar Pranowo," lanjutnya.

Sebelumnya, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sudah mengantongi 10 nama bakal calon wakil presiden (cawapres) pendamping bakal calon presiden (capres) Ganjar Pranowo.

Menurut Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto hal tersebut disampaikan langsung oleh Megawati saat bertemu pimpinan Partai Persatuan Pembangunan.

Meski demikian, Megawati tidak ingin terburu-buru memilih bakal cawapres pendamping Ganjar.

“Ibu Megawati sebutkan ada 10 nama. Beliau menjelaskan nanti akan mengerucut menjadi satu, karena pendamping Pak Ganjar hanyalah satu," ujar Hasto di kantor DPP PDIP, Jakarta, Minggu (30/4/2023).

Pemilihan bakal cawapres pendamping Ganjar akan dilakukan secara matang dengan mempertimbangkan nama-nama yang sudah dikantongi Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. (ikror/pojoksatu)