POJOKSATU.id — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sedang mengkaji rencana perubahan harga tiket masuk Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Jakarta Selatan.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa usulan tersebut belum ditetapkan dan masih dalam pembahasan.

Ia memastikan keputusan mengenai tarif masuk baru Ragunan akan ditentukan dalam waktu dekat.

Pramono menjelaskan bahwa harga tiket Ragunan selama ini relatif murah jika dibandingkan dengan kebutuhan biaya pengelolaan taman margasatwa.

“Ragunan ini kebun binatang yang ada di ibu kota di dunia itu paling rendah. Sehingga kami mempertimbangkan untuk penyesuaian tetapi belum diputuskan, saya segera akan memutuskan,” ujar Pramono.

Baca Juga: Targetkan 25 Ribu Penerima Manfaat, Pemkab Jember Pastikan Pimpinan Lintas Agama Dapat Akses Medis Darurat

Menurutnya, pengelolaan kawasan Ragunan membutuhkan biaya yang tidak sedikit, termasuk untuk menjaga kondisi satwa dan flora yang ada di dalamnya.

Kebutuhan tersebut menjadi salah satu pertimbangan Pemprov DKI dalam mengkaji kemungkinan penyesuaian harga tiket masuk.

“Meminta untuk itu karena harganya terlalu murah, sementara perawatan untuk hewan, fauna, flora, dan sebagainya juga cukup tinggi,” tuturnya.

Di samping biaya operasional dan pemeliharaan, Pramono juga memperhatikan perkembangan jumlah pengunjung Taman Margasatwa Ragunan.

Baca Juga: Mulai 1 Oktober 2026, Seller Shopee hingga Blibli Kena PPh Marketplace 0,5 Persen

Jumlah wisatawan disebut terus meningkat, salah satunya setelah Ragunan membuka konsep kunjungan pada malam hari.

Walaupun demikian, Pemprov DKI belum mengumumkan tarif resmi yang nantinya akan dikenakan kepada pengunjung.

Dorongan untuk menaikkan harga tiket Ragunan sebelumnya datang dari Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta Dimaz Raditya.

Dimaz menyampaikan usulan tersebut pada awal September 2026 agar rencana perubahan tarif yang telah lama dibicarakan dapat segera ditindaklanjuti.

Berdasarkan usulan itu, pengunjung dewasa nantinya dikenakan tarif Rp10.000, dari harga yang saat ini sebesar Rp4.000.

Adapun tiket untuk kategori anak-anak diusulkan menjadi Rp7.500, meningkat dari tarif sebelumnya Rp3.000.

Baca Juga: Job Fair Jakarta Barat 2026 Digelar Pekan Depan, Ada Lowongan Kerja dan Walk-in Interview di 4 Kecamatan

“Wacana ini sudah ada sejak tahun lalu dan sudah cukup lama, tetapi belum ada perkembangan. Makanya kami mendorong supaya ini bisa dipercepat,” kata Dimaz.

Namun, Dimaz menilai perubahan harga tiket seharusnya berjalan beriringan dengan peningkatan mutu pelayanan.

Ia juga meminta agar kondisi fasilitas serta pemeliharaan satwa menjadi perhatian apabila penyesuaian tarif benar-benar diterapkan.

“Kami juga mendorong supaya kenaikan tarif ini tentunya meningkatkan pelayanan juga ke masyarakat. Sehingga adanya kenaikan tarif ini, masyarakat juga merasakan manfaat lebih dari Taman Ragunan,” ujarnya.

Wacana tarif baru Ragunan sebelumnya telah mendapat respons dari sejumlah pengunjung.

Baca Juga: Blusukan ke Pelosok Jember, Nakes Puskesmas Jelbuk Rela Jalan Kaki Temui Lansia dan Balita Stunting

Sebagian pengunjung menyambut positif rencana tersebut, tetapi berharap kenaikan harga tiket memberikan dampak langsung terhadap kualitas kunjungan.

Perbaikan fasilitas, peningkatan kenyamanan, serta pengelolaan satwa menjadi sejumlah hal yang diharapkan ikut dibenahi.

Dengan adanya peningkatan tersebut, pengunjung diharapkan tetap mendapatkan pengalaman yang sepadan dengan tarif yang harus dibayarkan.

Baca Juga: MBG Tidak Wajib Diterima Semua Sekolah? Ini Aturan BGN untuk Sekolah Negeri dan Swasta

Ketua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin memberikan catatan terhadap rencana kenaikan tarif menjadi Rp10.000.

Ia tidak mempersoalkan penyesuaian harga selama terdapat peningkatan pelayanan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Yang enggak setuju kalau tata kelolanya seperti itu saja. Enggak ada sesuatu yang baru yang dirasakan oleh masyarakat,” kata Suhud.

Suhud juga meminta agar pengelola Ragunan mencari sumber pemasukan lain sehingga pendapatan tidak hanya bergantung pada tiket pengunjung.

Baca Juga: Lahan Bambu Milik Perusahaan di Jember Hangus Dilahap Api, BPBD Ingatkan Bahaya Puntung Rokok

Menurutnya, sejumlah kegiatan maupun fasilitas baru dapat dikembangkan untuk membuka peluang pendapatan tambahan.

Pengembangan area kuliner, penjualan merchandise, serta penyelenggaraan berbagai aktivitas menjadi beberapa opsi yang dapat dipertimbangkan.

“Jangan mengandalkan tiket. Kalau kita debat naik atau enggaknya, kalau kita lihat Ragunannya kan kasihan, mesti naik. Padahal masyarakat juga perlu hiburan,” ujarnya.

Ia turut membuka peluang adanya kerja sama dengan sektor swasta untuk mengoptimalkan sejumlah bagian kawasan Ragunan yang belum dimanfaatkan secara maksimal.

Baca Juga: Sumur Mengering Sejak Juli, Puluhan KK di Tegal Gede Jember Terpaksa Jalan 1 Km Demi Air Bersih

Pengembangan tersebut diharapkan dapat menghadirkan fasilitas maupun atraksi tambahan sekaligus mendukung pemasukan pengelola.

Dengan demikian, peningkatan pendapatan tidak semata-mata berasal dari perubahan harga tiket masuk.

Hingga kini, Pemprov DKI Jakarta masih belum menetapkan besaran tarif baru Taman Margasatwa Ragunan dan keputusan final masih menunggu pengumuman pemerintah daerah.***