POJOKSATU.id, JAKARTA-- Dua politisi PDI Perjuangan yang bertemu dengan Ketum Partai Gerindra Prabowo menunjukkan desas desus perpecahan di internal PDIP seperti benar adanya.
Muslim Arbi menanggapi manuver Effendi Simbolon dan Budiman Sudjatmiko seperti sinyal eksodus kader PDIP dari dukung Ganjar ke dukung Prabowo.
"Diberitakan Effendi Simbolon dan Budiman Sudjatmiko merapat ke Prabowo. Boleh jadi kalau demikian benar adanya, berarti sedang terjadi eksodus kader-kader PDIP dari dukungan ke Ganjar jadi mendukung Prabowo," ujar Direktur Gerakan Perubahan Muslim Arbi, Rabu (19/7).
Muslim menduga, kedua kader PDIP itu tidak yakin jika bakal calon presiden (Bacapres) PDIP, Ganjar Pranowo akan menang dalam pertarungan di Pilpres 2024 nanti.
Sehingga, Effendi dan Budiman beralih mendukung Prabowo Subianto.
"Karena mereka juga pasti yakin Prabowo menang karena didukung Jokowi. Fenomena itu perlihatkan sedang terjadi perpecahan di kubu PDIP soal capres," kata Muslim.
Bahkan Muslim menilai, sikap Budiman dan Effendi dapat dianggap mbalelo terhadap Megawati Soekarnoputri dan partai yang membesarkan mereka.
"Cuma apakah sudah dijamin Prabowo akan menang karena didukung Jokowi? Kelihatannya sikap Budiman dan Effendi itu bisa saja spekulasi saja," terang Muslim.
Karena menurut Muslim, sikap Jokowi soal capres hingga saat ini masih belum pasti. Publik pun juga sudah kenyang dengan sikap Jokowi yang sering memberikan harapan palsu.
"Pertanyaannya, apakah Prabowo dijamin menang kalau didukung Jokowi? Karena selama ini Jokowi banyak sakiti rakyat dalam kebijakannya," pungkas Muslim.***




