POJOKSATU.ID – Inilah tampang Iptu Pulung Anggara Satria Putra, Kapolsek Kediri, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Seperti diketahui, nama Iptu Pulung Anggara tengah jadi bulan-bulanan masyarakat lantaran dinilai bertindak arogan.

Sebab, akibat perbuatannya, Brigadir Muhammad Nurul Solihin selaku anggota Polres Lombok Barat masuk rumah sakit.

Baca Juga: Mahasiswa dan Dosen UNAIR Bantu Perajin Batik Jetis Kelola Limbah Secara Ramah Lingkungan Lewat Cangkang Kelapa

Tidak lain, hal itu terjadi usai korban dianiaya hingga disiram dengan minuman keras (miras) oleh Kapolsek Kediri.

Sebagaiaman yang dilansir Pojoksatu.id dari portal media antaranews.com pada Kamis (9/10/2025).

Dalam artikelnya, kuasa hukum keluarga korban, Asmuni turut mengonfirmasi tindak penganiayaan senior Solihin.

Baca Juga: Chalisa Hasibuan, Santri Al-Mukhlisin Sibuhuan Raih Juara 1 MQK Internasional Bidang Tafsir

“Laporan ini kami teruskan ke Polda NTB di malam hari itu juga usai korban mengalami penganiayaan dan penyiraman tuak,” ucapnya.

Asmuni menambahkan, akibat tindak bengis pelaku, Solihin harus menjalani perawatan lantaran mengalami gejala memprihatinkan.

Yang mana, saat setelah korban dianiaya oleh Kapolsek Kediri, dirinya mengalami muntah-muntah.

Baca Juga: Itjen Kemenag Percepat Tindak Lanjut Rekomendasi BPK Lewat Pendampingan dan Asistensi

“Ulu hati dan jantungnya, dan kepalanya sakit karena dihantam pakai tangan dan kaki,” terang kuasa hukum keluarga korban.

Diketahui, insiden ini pertama kali bermula saat korban datang terlambat saat apel pengamanan MotoGP pada Jumat (3/10/2025).

Mengetahui dirinya terlambat, korban langsung menghadap Propam Polres Lombok Barat guna menjalani pemeriksaan.

Baca Juga: KDM: Poe Ibu Bukan Gerakan Baru, Tapi Napas Baru Gotong Royong Warga Jabar

Setelahnya, Solihin beritikad memperbaiki moralnya dengan meminta maaf ke Kaposek Kediri selaku atasan.

Namun, saat tiba di Polsek Kediri, Bintara Polri tersebut langsung mendapat kekerasan dari pelaku.

Yang mana, dirinya dianiaya dengan tangan kosong hingga disiram menggunakan cairan berbau alkohol.

Baca Juga: Rangkaian Pelatihan MOOC Kemenkes Gratis untuk Nakes, Ini Materi, Link dan Jadwal Lengkap Periode Oktober Hingga Desember 2025

Tidak lama setelah dianiaya, korban langsung kembali ke rumah untuk mengganti pakaian lantaran hendak menjalani dinas.

Alih-alih demikian, Solihin yang tiba di tempat tugasnya tiba-tiba mendadak mengalami penurunan kondisi medis dengan muntah-muntah.

“Habis dipukul, disiram, korban sempat pulang ke rumahnya ganti pakaian dan kembali tugas ke lapangan,” jelas Asmuni.

Baca Juga: UNAIR dan UMPSA Perkuat Kolaborasi Internasional Lewat Program Empowerment Journey 2025

“Saat tugas itu, tiba-tiba korban ini jatuh dan sempat muntah-muntah, makanya dilarikan ke Puskesmas Labuapi,” lanjutnya.

Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami kasus penganiayaan senior terhadap juniornya tersebut. ***