POJOKSATU.id, JAKARTA -- Survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan pasangan Anies Baswedan dan Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY unggul dari pasangan lain jika Pilpres dilakukan saat ini.
Direktur IPO Dedi Kurnia Syah, menyatakan bahwa berdasarkan simulasi 3 pasangan calon yang mereka lakukan, pasangan Anies-AHY unggul dari pasangan Ganjar Pranowo - Airlangga Hartarto dan Prabowo Subianto - Puan Maharani.
Anies - AHY, kata dia, memperoleh suara sebesar 39,1 persen, Ganjar-Airlangga menempati peringkat kedua dengan suara sebesar 28,9 persen, sementara Prabowo-Puan mendulang suara sebesar 21,6 persen.
"Anies-AHY secara umum untuk saat ini paling kuat dibanding skema kandidat lainnya, tentu ini asumsi dengan kondisi saat ini,” kata Dedi dalam rilis survei terbaru IPO, Sabtu (11/3/2023)
Dedi menyebut Anies seakan jauh lebih diharapkan berpasangan dengan AHY dibandingkan sosok cawapres lainnya.
Misalnya, kata dia, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, bahkan Menteri BUMN Erick Thohir.
"Jika membaca peta skema elektabilitas pasangan, Anies terkesan jauh lebih diharapkan berpasangan dengan AHY,” ujar Dedi.
Kendati demikian, Dedi mengatakan skema koalisi saat ini masih cair dan ramai. Sehingga, perolehan suara itu bisa saja berubah.
"Bisa saja berubah, misalkan Prabowo-Ganjar, atau Prabowo-Erick menjadi pasangan,” tutur dia.
Diketahui, Survei IPO dilakukan pada 1-7 Maret 2023 dengan melakukan wawancara terhadap 1.200 responden.
Pemilihan responden dilakukan dengan metode acak bertingkat (multistage random sampling). IPO menyatakan survei ini memiliki margin of error sebesar 2,90 persen dengan tingkat akurasi data sebesar 95 persen. (mufit/pojoksatu)




