POJOKSATU.id, JAKARTA-Instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk membentuk 80.000 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes/Kel) tercapai. Data per 17 Juni 2025 sore, ada sebanyak 80.015 unit yang telah berhasil dibentuk.
Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi, menjelaskan Kopdes/Kel Merah Putih bakal menjadi salah satu badan usaha yang dibentuk untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat desa.
Melalui Kopdes/Kel Merah Putih ini, masyarakat akan mendapatkan kemudahan akses terhadap komoditas-komoditas strategis yang selama ini kerap dimainkan oleh para tengkulak seperti pupuk bersubsidi, LPG bersubsidi, sembako murah dan kebutuhan dasar lainnya.
Baca Juga: Pemda Purwakarta Luncurkan Layanan Mobil Derek Gratis, Dishub Siap Layani 24 Jam
Kopdes/Kel Merah Putih juga akan menjadi solusi konkret yang diberikan negara untuk mempermudah UMKM dan masyarakat di desa mendapatkan akses pembiayaan yang murah dan mudah sehingga akan terhindar dari rentenir yang kerap mematikan usaha rakyat.
"Program ini (Kopdes/Kel Merah Putih) juga akan mendekatkan akses modal ke rakyat yang paling bawah yang selama ini negara alfa," ujar Menkop Budi Arie dilansir dari laman resmi Kementerian Koperasi.
Budi Arie menegaskan pembentukan Kopdes/ Kel Merah Putih menjadi bukti kehadiran pemerintah/negara terhadap permasalahan di desa di mana desa selama ini hanya menjadi objek pembangunan sehingga kerap terjadi ketimpangan sosial ekonomi.
Baca Juga: Meta: Bali Trip Anti Repot! Rekomendasi Bali Car Rental with Driver yang Nyaman
"Negara ingin mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur, jadi harus adil dulu baru kemakmuran. Maka koperasi ini adalah wujud dari konsepsi keadilan ekonomi sehingga kalau negara ingin makmur dan maju, yang pertama yang harus diwujudkan adalah keadilan dulu," katanya.
Budi Arie mengungkapkan bahwa pembentukan dan pembangunan Kopdes/Kel Merah Putih juga menjadi bagian dari pelaksanaan amanat konstitusi di mana koperasi sebagai instrumen utama dalam pembangunan ekonomi nasional.
Selama ini koperasi yang dinilai sebagai Soko Guru Perekonomian namun dalam praktiknya sehari-hari justru tidak mendapat perhatian serius sehingga tumbuh kembang koperasi tidak dapat optimal.
Baca Juga: Tak Lulus Pengumuman PPPK Tahap 2, Hanya Delapan Jabatan Ini Bisa Daftar Skema PPPK Paruh Waktu
"Jadi Kopdes/ Kel Merah Putih ini dibangun dengan sangat serius karena sejak Indonesia merdeka kita tidak pernah secara serius membangun koperasi sehingga ini merupakan utang sejarah kita yang harus sama-sama kita sukseskan," sebutnya.
Nasib Bumdes dan KUD
Sementara itu, berkaitan dengan keberadaan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dan Koperasi Unit Desa (KUD) yang masih eksis di beberapa desa, Budi Arie memastikan bahwa kehadiran Kopdes/ Kel Merah Putih tidak akan mematikan atau menggeser keberadaannya.
Disebutkannya, justru kehadiran koperasi ini akan memperkuat ekosistem perekonomian di desa karena masyarakat desa akan mendapatkan nilai tambah yang lebih besar yang selama ini tidak didapatkan.
Hal itu terjadi lantaran Kopdes/Kel Merah Putih akan mendapatkan previlege (hak istimewa) dari pemerintah untuk menyalurkan berbagai komoditas strategis dan program-program pemerintah strategis agar dapat secara langsung didapatkan oleh masyarakat desa.
Baca Juga: 1.712 Calon Mahasiswa Ikuti SMM PTN Barat 2025 di USU
Oleh karena itu pembentukan Kopdes/Kel Merah Putih secara simultan dikerjakan secara bersama-sama dengan 18 Kementerian/Lembaga serta pemerintah daerah untuk memastikan agar manfaat dari pembentukan koperasi ini dapat segera dirasakan oleh masyarakat.
"Soal Bumdes atau KUD, jangan khawatir bahwa koperasi ini hadir untuk melengkapi usaha yang ada di desa. Hal-hal yang strategis dan menguasai hajat hidup orang banyak akan dikelola oleh koperasi yang dapat dikerja-samakan dengan Bumdes atau KUD," jelasnya.
Budi Arie meminta kepada masyarakat untuk tidak lagi takut, curiga dan ragu-ragu terhadap program Kopdes/Kel Merah Putih.
"Jangan pesimis, jangan ragu-ragu karena negara ini didirikan tanpa ketakutan dan keragu-raguan, kita akan mencetak sejarah dunia bahwa kita mampu membentuk 80.000 unit koperasi yang mana tidak ada satu negarapun mampu membentuknya," urainya.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan 8 Jabatan untuk PPPK Paruh Waktu, Nasib Honorer Non-Database BKN Masih Gantung
Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Yandri Susanto menambahkan bahwa suatu program yang baru diluncurkan pemerintah pasti ada pro dan kontra.
Sehingga, secara simultan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pembentukan Kopde/ Kel Merah Putih yang terdiri dari 18 K/L melakukan road show ke berbagai daerah untuk menjalin dialog langsung dengan masyarakat.
Setelah dialog dan diskusi yang intensif, pihak-pihak yang awalnya menentang program ini secara perlahan dapat memahami dan menyatakan dukungannya untuk membentuk Kopdes/ Kel Merah Putih.
"Masalah pasti ada namun yang tadinya ada problem di awal namun kemudian kita buka ruang dialog dan masyarakat memahami maksud dan tujuan pemerintah. Dalam program ini kita tidak sekedar top down tapi sistem bottom up juga kita bangun melalui musyawarah desa khusus (musdesus)," ujar Yandri.
Kopdes Merah Putih nantikan akan diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Hari Koperasi bulan Juli 2024. ***



