POJOKSATU.id, KARAWANG - Suara bising yang kuat dan mengganggu dan menjadi keluhan di Area Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) di Pangkalan Desa Cilamaya, Kecamatan Cilamaya, sejak Rabu malam (23/5/2023). Suara tersebut terdengar seperti mesin rusak dan mencapai pemukiman warga dalam radius 2 kilometer, menyebabkan kecemasan di kalangan masyarakat.

Ida Ridayah, seorang warga Cilamaya, mengeluhkan kebisingan dan gangguan yang disebabkan oleh suara dari PLTGU Jawa-1. Suara bising tersebut terdengar jelas, bahkan di sekitar Mesjid Al Amin tempat tinggalnya.

"Suaranya berisik kemudian mati, lalu berisik lagi, dan ini terjadi berulang kali. Saya juga punya videonya," ujar Ida.

Akew Adi Ismaya, Pengurus Karangtaruna Desa Cilamaya, menyampaikan hal yang sama. Meskipun ia tidak mengetahui penyebab pastinya, suara bising tersebut terdengar seperti mesin yang beroperasi di area PLTGU Jawa-1 siang dan malam. Seharusnya, proyek sebesar ini tidak ditempatkan di tengah pemukiman warga atau jauh dari warga.

"Suara itu terdengar dalam radius sekitar 2 kilometer, bahkan sampai ke Pasar Cilamaya. Bayangkan saja bagaimana kondisinya bagi mereka yang berada dekat lokasi," keluhnya.

Tig Yulianto, dari External Affair PT Jawa Satu Power, menyampaikan permohonan maaf jika dalam tahap pengujian/commissioning ini terjadi sedikit dampak kebisingan bagi masyarakat di sekitar proyek. Keadaan seperti ini memang mungkin terjadi selama fase pengujian/commissioning. Ia juga menjelaskan bahwa dampak semalam terjadi karena tekanan yang berlebihan, sehingga sistem pengaman pembangkit, Pressure Safety Valve (PSV_red), berfungsi untuk mengurangi risiko yang lebih besar. Sistem PSV tersebut bekerja dengan baik dan efektif, sesuai dengan prosedur dan mekanisme desain pembangkit.

"Saat ini, kondisinya sudah kembali normal dan terkendali," ungkapnya. (Ega Nugraha/Pojoksatu)