POJOKSATU.ID – Inilah sosok Hatami, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lampung Utara.
Seperti diketahui, belum lama ini nama Hatami tengah ramai jadi perbincangan publik di media sosial.
Bukan tanpa sebab, hal ini terjadi usai anggota DPRD Lampung Utara itu viral pamer joget di atas panggung.
Baca Juga: Honkai: Star Rail 3.3, Dua Karakter Baru Siap Guncang Takdir, Kamu Tim Hyacine atau Cipher?
Tidak hanya pamer joget, Hatami juga terekam jelas tengah sawer seorang DJ wanita dengan beberapa lembaran uang.
Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform X milik @ilhampid pada kamis (15/5/2025).
Dalam unggahannya, publik tampak ramai menyoroti fenomena anggota DPRD Lampung Utara tersebut.
Baca Juga: Profil Sekilas Hatami, Anggota DPRD Lampung Utara Viral Sawer DJ Wanita di Atas Panggung
Beberapa di antaranya juga turut menghujat Hatami lantaran dinilai telah melakukan tindak asusila.
“Bukan malang rakyatnya tp bodoh dan tolol? sengaja biar gampang mengkedelaikan manusianya?,” cuit @megaxuz.
“Saya sampai saat ini gak ngerti pada orang yang suka nyawer, mau itu pejabat, duit dihambur2 gitu,” ketik @Yogapram16.
“Kualitas begini bisa terpilih jd anggota dewan? Yg salah ya yg milih, dia (Hatami) sih ga salah apa2 lha iya kn? Dia nyaleg krn ingin,” cuitan @Paman_1168.
Diketahui, publik ramai menyoroti kasus tersebut usai beredar luas video yang memperlihatkan Hatami.
Di mana, dalam video tersebut tampak jelas sosok Hatami tengah pamer joget hingga sawer DJ wanita.
Bukan main, anggota DPRD Lampung Utara itu juga tampak menikmati momen tersebut sambil merokok.
Tidak lama setelah videonya beredar, Hatami dengan inisiatif memberikan klarifikasi atas kegaduhan yang telah terjadi.
Yang mana, anggota DPRD Lampung Utara itu menuturkan bahwa aksi sawernya itu tidak lain hanya untuk memeriahkan acara.
Baca Juga: Tanah Longsor Melanda Empat Desa di Lembang, Belasan Warga Terluka
Berdasarkan pengakuan Hatami, acara tersebut merupakan momen hiburan untuk merayakan khitanan keponakannya.
“Itu murni acara keluarga, bukan di tempat hiburan malam. Acara khitanan keponakan saya, jadi konteksnya bukan untuk hiburan yang melanggar norma,” jelasnya. ***



