POJOKSATU.ID – Inilah sosok MZ (40) dan ZA (47), 2 oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Aceh.
Seperti diketahui, kedua oknum ASN Pemkot Aceh ini baru saja ditangkap aparat Densus 88 Antiteror Polri.
Tidak lain, ditangkapnya kedua pelaku lantaran diduga terjaring dalam aksi terorisme Negara Islam Indonesia (NII).
Baca Juga: 2 Oknum ASN Pemkot Aceh Diduga Terlibat Aksi Terorisme NII, Kemenag: Tidak Bisa Kita Tolerir
Berdasarkan informasi dihimpun, 2 oknum ASN Pemkot Aceh ini diketahui berasal dari instansi berbeda.
Sebagaimana halnya dikutip Pojoksatu.id dari portal media aceh.antaranews.com pada Rabu (6/8/2025).
Dalam artikelnya, salah satu dari kedua pelaku itu disinyalir merupakan ASN di Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Aceh.
Baca Juga: Wali Kota Banda Aceh soal 2 Oknum ASN Terjaring Aksi Terorisme NII: Jika Terbukti, Diberi Sanksi
“Kedua ASN yang ditangkap tersebut yakni berinisial MZ alias KS (40) dan ZA alias SA (47),” jelas dikutip.
“Berdasarkan informasi, MZ merupakan ASN di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh,” lanjutnya.
“Sementara itu, ZA diketahui bertugas di Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh,” imbuh dalam laporan artikel.
Baca Juga: PCX160 Roadsync Jadi Primadona di GIIAS 2025, Honda Stylo dan Vario Juga Panen Peminat
Lebih lanjut, kasus yang mencoreng nama baik instansi pemerintah ini turut ditanggapi oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenag, Kamaruddin Amin.
Menurut Kamaruddin, terkait adanya keterlibatan pejabat pemerintah itu secara mutlak tidak dapat ditoleransi.
“Kementerian Agama adalah leading sector dalam penguatan moderasi beragama,” terang Sekjen Kemenag.
Baca Juga: Pembangunan Jembatan di Tiyuh Toto Makmur Diduga Sarat Mark-Up, Warga Minta APH Turun TanganBaca Juga: Pembangunan Jembatan di Tiyuh Toto Makmur Diduga Sarat Mark-Up, Warga Minta APH Turun Tangan
“Keterlibatan ASN Kemenag dalam gerakan terorisme tidak bisa kita tolerir. Kami akan beri sanksi tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” lanjutnya.
Kamaruddin juga mengimbau kepada jajaran ASN terkhusus yang bertugas di kawasan Banda Aceh agar tetap berpegang teguh dengan nilai-nilai pancasila.
Sebab, nilai-nilai yang mengajarkan untuk menganut jiwa nasionalisme itu sangat bertolak belakang dengan aksi teroris.
“Kepada seluruh ASN Kemenag, saya minta untuk terus meningkatkan semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap NKRI,” jelasnya.
“Di sini kita lahir dan bertumbuh. Menjadi kewajiban kita untuk menjaganya hingga akhir hayat,” lanjutnya. ***
Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:
Versi Android/ Versi iOS
Untuk mendapatkan artikel melalui saluran Whatsapp Pojoksatu.id atau Fanpage Edugov Pojoksatu.id bisa klik link di bawah ini:
Channel Whatsapp/ Fanpage Edugov



