POJOKSATU.ID – Raksasa energi asal Belanda, Shell, melalui anak perusahaannya Shell Indonesia, secara resmi mengumumkan pengalihan seluruh jaringan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) miliknya di Indonesia.
Langkah strategis ini mencakup pelepasan aset besar-besaran yang ditargetkan selesai sepenuhnya pada tahun 2026.
Berdasarkan informasi yang beredar, unit bisnis yang dilepas oleh Shell mencakup banyak hal.
Sekitar 200 SPBU di seluruh Indonesia dilepas oleh Shell termasuk lebih dari 160 di antaranya merupakan kepemilikan langsung.
Baca Juga: GEGER! Kabar Status PNS dan PPPK Resmi Dihapus? Ini Sebenarnya Aturan Baru 2026
Bahkan terminal BBM yang berlokasi di Gresik, Jawa Timur dilepas oleh Shell.
Meskipun kepemilikan aset berpindah tangan, merek Shell dipastikan tetap hadir di pasar Indonesia melalui skema lisensi.
Artinya, konsumen kemungkinan besar masih akan melihat logo kerang kuning-merah tersebut di jalanan, namun operasionalnya dijalankan oleh pihak lain.
Seluruh jaringan SPBU ini kabarnya akan dikelola oleh sebuah perusahaan patungan yang dibentuk oleh Citadel Pacific Limited dan Sephas Group.
Baca Juga: Miris! Gaji PPPK Paruh Waktu Konselor di Lombok Utara Cuma Rp400 Ribu, DPRD Minta Pemda Bertindak
Sebagai informasi, Citadel Pacific merupakan perusahaan holding swasta asal Filipina dan Kanada yang memiliki rekam jejak kuat di sektor energi, properti, dan logistik.
Mereka juga sudah memegang lisensi Shell di beberapa wilayah Asia-Pasifik lainnya.
Sementara itu, Sephas Group dikenal sebagai jaringan distribusi energi besar dengan infrastruktur yang luas di berbagai wilayah.
Saat ini, Shell Indonesia dilaporkan tengah melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah Indonesia guna mendapatkan rekomendasi impor BBM untuk tahun 2026.
Meski proses transisi sedang berjalan, izin resmi untuk periode tersebut diketahui belum diterbitkan.
Langkah ini menandai babak baru bagi industri ritel bahan bakar di Indonesia.
Transisi ini diharapkan tidak mengganggu ketersediaan bahan bakar bagi pelanggan setia Shell, mengingat operasional akan terus berlanjut di bawah manajemen baru dengan standar lisensi yang sama.***




