POJOKSATU.ID - Apakah kamu tahu? Bilal bin Rabah diminta mengumandangkan Adzan karena Rasul mendengar teriakannya yang merdu meski disiksa kaum tuannya?
Bilal yang kala itu masih menjadi budak, berhari-hari disiksa oleh tuannya karena memeluk agama Islam.
Namun Bilal tetap teguh memeluk Islam hingga dimerdekakan Abu Bakar As-Syidiq.
Adzan yang menjadi tanda masuk waktu shalat ternyata mempunyai sejarah panjang, kala itu belum ada penanda waktu shalat, hingga membuat para sahabat mengusulkan beberapa ide.
Sejarah Adzan
Seorang sahabat nabi, Abdullah bin Zaid mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW berkeinginan untuk mencari cara dalam memberitahukan waktu shalat. Namun, nabi belum juga menemukannya.
Sahabat nabi lain mengusulkan tanda waktu salat tiba dengan lonceng seperti nasrani atau terompet seperti yahudi.
BACA JUGA : Kisah Nabi Uzair yang Dihidupkan Allah Kedua Kalinya Setelah Dicabut Nyawanya 100 Tahun
Beberapa sahabat lain mengusulkan dengan menyalakan api sehingga umat Islam yang jauh dari masjid bisa melihatnya. Namun, semua usulan tersebut ditolak Nabi Muhammad SAW.
Lalu Abdullah bin Zaid bermimpi melihat seruan azan. Ia didatangi oleh seseorang yang berjubah hijau dengan membawa lonceng.
Awalnya Abdullah bin Zaid akan membeli lonceng tersebut untuk memanggil orang shalat.
Namun sosok yang berjubah hijau itu menyarankan mengucapkan kalimat untuk menyerukan umat Islam menenuaikan shalat.
Kalimat tersebut kini dikenal dengan adzan atau sebagai penanda waktu shalat sekaligus memanggil umat Islam melaksanakan shalat.
Setelah mendapat mimpi itu, Abdullah bin Zaid pun tak tinggal diam. Ia menceritakan mimpinya kepada Nabi Muhammad SAW.
Kemudian Nabi Muhammad meminta Abdullah bin Zaid mengajari Bilal bin Rabah tentang cara melafalkan kalimat adzan.
BACA JUGA : Kisah Nabi Sulaiman Temui Pemuda Umur 1400 Tahun Hidup di Dasar Laut Paling Dalam
Bilal bin Rabah akhirnya mengumandangkan adzan atas perintah Nabi Muhammad SAW.
Selain lantang dan merdu, Bilal sangat menghayati kalimat demi kalimat saat mengumandangkan adzan.
Ia juga punya disiplin dan keberanian yang tinggi. Hal tersebut menjadi alasan Bilal sebagai muadzin pertama di zaman Nabi Muhammad SAW.
Kisah Bilal bin Rabah dari Budak jadi Muadzin Pertama
Bilal bin Rabah adalah orang yang mengumandangkan adzan pertama kali di dunia.
Sebagai salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW, Bilal mendapat tugas sebagai muadzin karena suara merdunya yang mampu membuat orang tergugah segera menunaikan shalat.
BACA JUGA : Kisah Baluqiya Puluhan Tahun Keliling Bumi, Mencari Nabi Muhammad SAW
Bukan tanpa alasan, Rasulullah menugaskan Bilal untuk mengumandangkan adzan.
Tugas mulia ini didapatkan berkat keteguhan iman Bilal kepada Allah SWT.
Bilal bin Rabah adalah seorang budak yang berasal dari Habasyah atau saat ini Negara Ethiopia di Benua Afrika.
Para perawi hadis menggambarkan sosok Bilal sebagai laki-laki yang hitam, kurus, tinggi, berambut lebat, dan bercambang tipis.
Bilal merupakan budak milik Umayah bin Khalaf dari Bani Jumah, Makkah.
Saat menjadi budak, Bilal kerap mendengar cerita tentang Nabi Muhammad yang banyak dibicarakan penduduk Mekah karena mulai menyiarkan agama Islam.
Di tengah banyaknya perdebatan mengenai Rasulullah saat itu, Bilal dengan yakin pergi menemui Rasulullah dan menyatakan ingin memeluk Islam.
BACA JUGA : Kisah Asiyah, Wanita Beriman yang Ditakdirkan Jadi Istri Firaun
Bilal pun mengucap dua kalimat syahadat sebagai pertanda masuk Islam.
Kabar keislaman Bilal tersebar ke seluruh negeri dan sampai ke telinga tuannya, Umayah.
Bilal lalu disiksa dengan besi di atas bara api dipaksa keluar dari Islam.
Kaum Kafir Quraisy yang lain juga ikut menyiksa Bilal.
Siksaan untuk Bilal bin Rabah saat itu sangat kejam. Dia bahkan diikat dan diarak mengelilingi jalanan Mekah.
Siksaan hanya akan dihentikan jika Bilal keluar dari agama Islam dengan menyebut nama Lata dan Uzza, berhala saat itu.
Alih-alih mengikuti perkataan tuannya, Bilal justru bersenandung.
"Ahaad... Ahaad...," teriak Bilal terdengar merdu. Ahad yang dimaksud Bilal adalah Tuhan yang Esa atau Tuhan yang Satu.
Berhari-hari Bilal disiksa, berkali-kali pula dia tetap teguh berteriak Ahaad.
Kabar Bilal bin Rabah yang disiksa sampai ke Abu Bakar ash-Shiddiq. Abu Bakar pun memerdekakan Bilal. Khalifah pertama itu membeli Bilal.
Kemerdekaan Bilal yang lepas dari budak disambut bahagia kaum Muslimin.
Bilal lalu ikut bersama Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah.
Hingga suatu hari Rasulullah mensyariatkan untuk mengumandangkan adzan sebelum shalat wajib.
Nabi Muhammad SAW teringat dengan sosok Bilal yang setiap hari meneriakkan Ahad dengan merdu.
Bilal pun ditunjuk untuk mengumandangkan adzan pertama kalinya di dunia. Suara merdu Bilal berhasil membuat umat Islam bergetar.
Bilal juga mengumandangkan adzan pertama saat menaklukkan Makkah.
Meski mendapat tugas mulia, Bilal tak pernah tinggi hati.
"Aku tiada lain hanya seorang laki-laki Habasyah yang dahulu adalah seorang budak," kata Bilal.
Tak hanya mengumandangkan adzan, Bilal juga berhasil mengobarkan semangat umat Islam saat melawan kaum Quraisy dalam perang Badar.
Setelah Rasulullah meninggal, Bilal tak mampu lagi mengumandangkan adzan.
Dia tak sanggup menahan tangis karena teringat Rasulullah. Umat Islam saat itu pun rindu dengan suara Bilal.
Hingga suatu waktu saat Umar bin Khattab datang ke Syam, dia meminta Bilal untuk mengumandangkan adzan kembali.
Bilal pun bersedia. Saat dia menjadi muadzin, semua orang tersentak dan menitikkan air mata.
Bilal tutup usia di Syam. Hingga kini Bilal bin Rabah dikenal sebagai sahabat nabi bersuara merdu dan orang yang mengumandangkan adzan pertama kali. (Mardiana/medil/pojoksatu)




