POJOKSATU.id - Kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang sempat mendapat sorotan dari publik.
Itu lantaran pembunuhan ibu dan anak di Subang tersebut seperti diliputi tabir misteri yang tak terpecahkan.
Apalagi, sampai 2 tahun lebih polisi kesulitan membongkar misteri kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang itu.
Padahal sudah ratusan saksi diperiksa polisi dan berbagai barang bukti didapatkan.
Di media sosial, berbagai asumsi pun beredar.
Bahkan banyak konten video di media sosial yang ingin membongkar kasus ini melalui jalur metafisika.
Baca Juga: Fakta Baru, Ternyata Danu Diancam Pelaku Pembunuh Ibu dan Anak di Subang, 15 Kali Diculik
Berbagai cara ditempuh dan dilakukan.
Mulai dari melalui teknik mediumisasi yakni menggunakan orang lain sebagai perantara.
Atau melalui penerawangan yang dilakukan 'orang pintar'.
Baca Juga: Bikin Merinding, Kuasa Hukum Beberkan Alasan Danu Pembunuh Ibu dan Anak di Subang Menyerahkan Diri
Salah satu yang viral adalah video yang diunggah akun TikTok @adityaseptyann pada pertengahan Juli 2023 lalu.
Video itu kemudian viral di media sosial dan beredar luas jelang 2 tahun kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang.
video tersebut berisi video percakapan seorang perempuan dengan seorang pasien yang tengah disembuhkan.
Akan tetapi dalam proses penyembuhan itu, sang pasien disebut tiba-tiba kerasukan arwah Amelia Mustika Ratu.
Baca Juga: Setelah Kanjuruhan, Fans BTS 'ARMY Indonesia' Galang Donasi untuk Bantu Palestina
Saat kerasukan itulah disebutkan bahwa pelaku pembunuhan ibu dan anak di Subang itu bukan orang jauh.
Sebaliknya, pelaku pembunuhan disebutkan tidak lain adalah orang dekat kedua korban.
Akan tetapi tidak disebutkan identitas jelas pelaku pembunuhan yang dimaksud.
Baca Juga: Aksi Demonstrasi Soal Putusan Batas Usia Capres-Cawapres, BEM Nusantara Beri Catatan Hitam untuk MK
Video itu pun kemudian ditanggapi Yosep Hidayat melalui kuasa hukumnya, Rohman Hidayat.
Rohman menyatakan bahwa itu adalah video lama yang kembali diunggah dan viral.
"Setahu saya itu video lama yang diposting kembali dan viral," ujarnya, Jumat 14 Juli 2023.
Baca Juga: Usai Pengakuan Britney Spears Aborsi, Akun Instagram Justin Timberlake Banjir Hujatan
Rohman menyatakan bahwa video dimaksud sudah beredar di media sosial tahun lalu.
Meski begitu, Rohman menyatakan bahwa video tersebut sangat sulit untuk diterima kebenarannya.
Baca Juga: Tak Perpanjang Kontrak, D.O EXO Resmi Tinggalkan SM Entertainment
"Ya, kebenarannya silahkan dinilai sendiri," kata dia.
Rohman juga meyakini polisi tidak tinggal diam dan terus menyelidiki kasus ini.
"Kami tetap memegang teguh kasus ini bisa terungkap oleh penyelidikan yang dilakukan polisi secara profesional," kata dia.
Danu Diancam dan Diculik
Seperti diketahui, kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang ini terbongkar setelah M Ramdanu atau Danu membuat pengakuan.
Baca Juga: 16 Besar Denmark Open 2023: The Daddies Lawan Wakil Malaysia, Fajri Ditantang Jagoan Inggris
Usai mengakui, Danu kemudian menyerahkan diri ke Ditreskrimum Polda Jabar pada Senin 16 Oktober 2023 sekitar pukul 11.00 WIB.
Lalu kenapa baru setelah 2 tahun 2 bulan Danu mengaku?
Kuasa Hukum Danu, Achmad Taufan, mengungkap kliennya selama ini ketakutan.
"Orang kaya Danu yang ada dalam pikirannya, kalau saya bongkar saya nanti dimatiin juga, nanti saya dibunuh juga, kalau saya bongkar nanti keluarga saya kenapa-kenapa nih," ungkap dia, Rabu 18 Oktober 2023.
Selama kasus ini bergulir, Taufan juga menyebut Danu mendapat ancaman dari pelaku pembunuh ibu dan anak di Subang itu.
Bukan saja ancaman, Danu juga sudah belasan kali diculik.
Selama diculik itu, Danu mendapat tekanan dan ancaman.
"Danu lebih dari 15 kali didatangi orang yang mengaku oknum polisi," bebernya.
Akan tetapi, selama 15 kali diculik itu, Danu tidak dibawa ke Polres Subang atau Polda Jabar.
Namun dibawa ke suatu tempat yang lain sehingga membuat Danu ketakutan.
Baca Juga: Termasuk Jojo, Sudah 5 Pemain Unggulan Gugur di Babak Pertama Denmark Open 2023
"Dibawa ke sana ke mari, bukan ke polres, bukan ke polda. Yang gini-gini kan mental seorang Danu pasti drop, takut," kata dia.
Setelah berkonsultasi dan membicarakan dengan keluarga, Danu akhirnya berani mengaku.
Karena itu Taufan menyebut sangat wajar jika kemudian kliennya selama ini memlih diam dan baru membuat pengakuan kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang pada hari ini.***




