POJOKSATU.id – Heboh di media sosial! Warga di sejumlah perumahan Bekasi kembali dibuat geleng kepala setelah kawasan yang dulu dijual dengan slogan bebas banjir kini justru terendam air berulang kali.
Video yang menampilkan genangan setinggi betis hingga hampir masuk rumah mendadak viral, memicu kemarahan publik terhadap para developer yang dinilai lepas tangan.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) langsung turun tangan dan melontarkan kritik tajam.
Baca Juga: Cara Resmi Daftar LPDP 2026, Lengkap dengan Syarat dan Tahapan Seleksi Sesuai Skema Baru
Ia menyoroti pola klasik sejumlah pengembang yang, saat menjual unit, begitu percaya diri mempromosikan lingkungan aman dan drainase terbaik.
Namun begitu banjir datang, justru pemerintah daerah yang bekerja ekstra, sementara developer hilang dari radar.
“Yth para developer perumahan, silakan temui para konsumen Anda dan mari duduk bersama dengan pemerintah untuk mencari solusi."
"Bukankah salah satu promo saat penjualan adalah ‘bebas banjir’?” tulis KDM dalam keterangannya dikutip pojoksatu.id dari instagram resminya.
Ia menegaskan, warga sudah sangat menderita dengan banjir yang datang dua kali dalam sepekan. Namun perhatian dari pihak pengembang dinilai minim, bahkan nyaris tidak ada.
“Yang paling prihatin, saat warga kebanjiran, developernya tidak pernah datang menemui konsumennya. Mereka lebih sibuk mengajukan izin baru,” ujarnya.
Baca Juga: Cara Resmi Daftar LPDP 2026, Lengkap dengan Syarat dan Tahapan Seleksi Sesuai Skema Baru
KDM juga mengingatkan bahwa pembangunan perumahan bukan hanya soal mengambil keuntungan.
Tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan warga yang membeli rumah.
Ia menekankan perlunya tanggung jawab sosial, apalagi ketika masalah banjir telah berulang dan meresahkan masyarakat.
“Jangan semua dibebankan kepada pemerintah. Saat mengembangkan perumahan, developer pasti sudah mendapatkan keuntungan."
"Maka tanggung jawab sosial juga harus dijalankan,” Tegas KDM.
Di tengah banjir yang terus melanda kawasan pemukiman modern, kritik KDM ini semakin memperkuat sorotan publik bahwa pengembang tak boleh hanya hadir saat peluncuran proyek baru.
Warga kini menunggu tindakan nyata, bukan sekadar janji manis di brosur pemasaran.***




