POJOKSATU.id — Tidak banyak orang tahu bahwa salah satu titik balik.

Terpenting dalam hidup Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bukan terjadi saat ia bekerja di Schlumberger.

Bukan ketika ia memutuskan kuliah di Amerika, bahkan bukan ketika ia dilantik sebagai menteri.

Baca Juga: Waspada! Ini 4 Kategori Pelamar yang Berpotensi Ditolak di CPNS 2026, Cek Syaratnya Sekarang

Titik balik itu justru hadir dari ancaman cerai sang istri sebuah momen personal yang mengubah arah hidupnya secara drastis.

Dalam percakapan bersama Gita Wirjawan di program Endgame, Purbaya mengungkapkan bahwa.

Ia sebenarnya sempat hendak menyerah ketika mulai kuliah S3 Ekonomi di Purdue University, Amerika Serikat.

Baca Juga: APBN 2026 Anggaran Pendidikan Naik 20 Persen, Tapi Kesejahteraan Guru Masih Tertinggal

Latar belakangnya sebagai lulusan teknik elektro membuat pelajaran ekonomi terasa sangat berat. Ia belajar dari pagi hingga larut malam, tetapi tetap tidak paham.

Purbaya mengenang kalimat yang ia lontarkan ke istrinya saat putus asa:

“Juni kita pulang aja ke Indonesia, ya.”

Baca Juga: Wajib Tahu! 4 Jenis TOEFL Resmi untuk Syarat CPNS 2026, Mana yang Paling Tepat?

Kalimat itu muncul setelah satu hingga dua bulan masa kuliah yang benar-benar menghantam mentalnya.

Masuk sebagai mahasiswa doktoral tanpa pernah mengambil S2 ekonomi membuatnya merasa jauh tertinggal dibanding mahasiswa lain.

Namun sang istri memberikan jawaban yang tak pernah ia duga. Jawaban yang kemudian mengubah arah seluruh perjalanan hidupnya.

“Oke Juni kita pulang. Sampai Jakarta, kamu saya cerai.”

Baca Juga: Waspada! Ini 4 Kategori Pelamar yang Berpotensi Ditolak di CPNS 2026, Cek Syaratnya Sekarang

Purbaya mengaku langsung terpukul mendengar kalimat tersebut.

Ia kehilangan pekerjaan bergaji besar saat meninggalkan Schlumberger.

Menabung bertahun-tahun demi biaya sekolah, dan kini dihadapkan pada kemungkinan kehilangan istri orang yang justru mendorongnya melanjutkan pendidikan.

Ia menyebut kondisi itu sebagai “total loss”, karena semua yang ia bangun bisa hilang sekaligus.

Baca Juga: Segini Besaran THR PPPK Paruh Waktu 2025 Berdasarkan UMP/UMK!

Momen itu menjadi pukulan yang membuatnya sadar bahwa tidak ada jalan selain berjuang.

Setelah ultimatum itu, Purbaya mengubah total cara belajarnya. Ia memulai hari pukul 08.00 pagi di perpustakaan dan baru pulang tengah malam.

Waktu makan ia pangkas menjadi 15 menit. Sang istri bahkan rutin mengantarkan makanan ke perpustakaan setiap hari.

Baca Juga: Waspada! Ini 4 Kategori Pelamar yang Berpotensi Ditolak di CPNS 2026, Cek Syaratnya Sekarang

Sampai dijuluki teman-temannya sebagai “Bu Tani” karena selalu membawa rantang.

“Baru begitu saya bisa ngejar orang Korea, orang Cina yang tekun-tekun itu,” ujarnya.

Perjuangan itu tidak sia-sia. Dari seorang mahasiswa yang masuk dengan posisi “paling bodoh”.

Purbaya justru lulus paling cepat dibanding teman-temannya dan dengan hasil akademik yang sangat baik. Ia menyebut keberhasilan itu sebagai “investasi terbaik” dalam hidupnya.

Titik balik tersebut kemudian membuka jalan panjang dalam kariernya riset di Danareksa, masuk ke lingkaran ekonomi pemerintahan.

Baca Juga: Waspada! Ini 4 Kategori Pelamar yang Berpotensi Ditolak di CPNS 2026, Cek Syaratnya Sekarang

Menjadi penasihat presiden dari berbagai era, memimpin LPS, hingga ditunjuk sebagai Menteri Keuangan.

Kisah ini menunjukkan bahwa keberhasilan seseorang sering kali lahir dari tekanan terbesar dalam hidupnya.

Dalam kasus Purbaya, ancaman cerai bukan sekadar konflik rumah tangga, tetapi dorongan emosional yang membuatnya menemukan kapasitas terbaik dalam diri.

Baca Juga: Segini Besaran THR PPPK Paruh Waktu 2025 Berdasarkan UMP/UMK!

Kisah ini juga menegaskan peran besar sang istri dalam perjalanan akademik dan kariernya. Dari memberi ultimatum, mendampingi proses belajar, hingga memastikan ia tetap berada di jalur yang benar.

Cerita Purbaya bukan hanya inspiratif, tetapi juga relevan dengan banyak anak muda yang sedang menghadapi tantangan pendidikan dan karier.

Bahwa kegagalan di awal tidak menentukan akhir, dan tekanan bisa menjadi energi perubahan jika dihadapi dengan kesungguhan.

Baca Juga: Segini Besaran THR PPPK Paruh Waktu 2025 Berdasarkan UMP/UMK!

Dalam penutup, Purbaya sendiri mengakui bahwa jika bukan karena kalimat tegas sang istri, ia mungkin tidak akan pernah mencapai posisi seperti hari ini.***