POJOKSATU.id, Jakarta
- Perkembangan teknologi telah mengubah cara pelaku usaha menjalankan bisnis, termasuk di sektor kuliner.

Namun, transformasi digital tidak berhenti pada sekadar penggunaan pembayaran non tunai atau memiliki akun media sosial.

Adaptasi yang berkelanjutan menjadi kunci agar UMKM mampu bertahan sekaligus meningkatkan daya saing di tengah persaingan yang semakin dinamis.

Semangat itulah yang dibawa tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan saat melaksanakan kegiatan internasional di Malaysia, tepatnya di Bake With Aidan, sebuah kafe dan kedai kue yang melayani beragam pelanggan lokal maupun wisatawan.

Kegiatan yang berlangsung pada 21 Mei 2026 tersebut dipimpin oleh David HM Hasibuan bersama mahasiswa Abdul Munief Itsniawan, Pramono Setyaji, Dery Maradona, Siti Patimah, Febriana Indah Lestari, Febriani Indah Sari, dan Rini Gusdiani.

Melalui pendekatan dialog dan wawancara langsung, tim menggali praktik digital yang telah diterapkan oleh pelaku usaha.

Hasilnya menunjukkan bahwa Bake With Aidan telah memanfaatkan sistem pembayaran digital berbasis QR Code serta media sosial sebagai sarana promosi dan komunikasi dengan pelanggan.

Meski demikian, transformasi digital dinilai masih memiliki ruang untuk terus dikembangkan.

Pemanfaatan teknologi digital tidak hanya sebatas mempermudah transaksi, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk memperluas pasar, memperkuat hubungan dengan pelanggan, serta meningkatkan efisiensi pengelolaan usaha.

David HM Hasibuan menjelaskan bahwa perkembangan ekonomi digital menuntut UMKM untuk terus beradaptasi agar mampu menjawab perubahan perilaku konsumen yang semakin mengandalkan teknologi dalam kehidupan sehari-hari.

“Digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Yang terpenting bukan sekadar sudah menggunakan teknologi, tetapi bagaimana teknologi tersebut dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung keberlanjutan usaha,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, tim PKM juga berbagi wawasan mengenai pentingnya penguatan pemasaran digital, optimalisasi media sosial, serta pemanfaatan transaksi non tunai sebagai bagian dari strategi peningkatan kualitas pelayanan kepada konsumen.

Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus memperlihatkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak selalu dimulai dari nol.

Pada banyak kasus, peran perguruan tinggi justru hadir untuk memperkuat fondasi yang telah dimiliki pelaku usaha agar mampu berkembang lebih jauh.

Kolaborasi lintas negara seperti ini diharapkan dapat memperluas pertukaran pengetahuan sekaligus memperkuat kapasitas UMKM dalam menghadapi era ekonomi digital yang semakin tanpa batas.

Dari sebuah kafe sederhana di Malaysia, tersirat pesan bahwa kemajuan usaha tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman.