POJOKSATU.ID - Kebijakan dua kepala daerah di Indonesia ini sedang menjadi sorotan publik, terkait upaya untuk mengatasi kenakalan remaja, di daerah masing-masing.
Dua kepala daerah yang dimaksud adalah Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dan Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi.
Sebelumnya diketahui, maraknya tawuran yang melibatkan para remaja berasal dari kalangan pelajar menjadi persoalan di tengah masyarakat.
Baca Juga: Rekrutmen Guru dan Tenaga Kependidikan Sekolah Rakyat: Kesempatan Emas di 10 Titik Lokasi!
Baik Pramono Anung maupun Dedi Mulyadi, memiliki pendekatan tersendiri untuk mengatasi persoalan tersebut.
Lantas, bagaimana perbedaan gaya pendekatan Pramono Anung dan Dedi Mulyadi mengatasi kenakalan remaja di daerah kekuasaannya?
Berikut ini ulasan selengkapnya.
Baca Juga: Enam Laki-laki Admin dan Anggota Grup Fantasi Sedarah Ditangkap Polisi dari 6 Daerah Berbeda
1. Panca Waluya ala Dedi Mulyadi
Di Tanah Jabar, Dedi telah meluncurkan pendekatan dalam dunia pendidikan melalui konsep Panca Waluya.
Gagasan sang Gubernur Jawa Barat itu bertujuan untuk membentuk karakter peserta didik menjadi pribadi yang lebih baik.
Salah satu yang menarik perhatian dari program itu terkait pembinaan khusus bagi siswa bermasalah, seperti terlibat tawuran, kecanduan game online, hingga balapan liar, dikirimkan ke barak milik TNI.
Terkini, sebanyak 273 siswa telah dipulangkan usai menjalani 18 hari pendidikan karakter di Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi, Bandung, pada Selasa, 20 Mei 2025.
Dedi pun sempat menyinggung suara negatif dalam momen pidato di hadapan para siswa yang telah mendapatkan pendidikan karakter dari program Panca Waluya.
"Jadi membangun hubungan negara dengan rakyat itu dengan rasa, bukan urusan administrasi kewilayahan. Banyak orang meragukan, akhirnya waktu yang menjawab," ujar Dedi di Gedung Sate, Bandung, pada Selasa, 20 Mei 2025.
Baca Juga: Kontroversi Tiket Eksklusif Cannes: Benarkah Akses Red Carpet Festival Film Bergengsi Dijual?
2. Manggarai Bersholawat ala Pramono Anung
Pemerintah DKI Jakarta di bawah komando Pramono Anung, telah mencanangkan program 'Manggarai Bersholawat'.
Gagasan itu sebagai salah satu pendekatan berbasis budaya dan keagamaan untuk menekan angka tawuran yang kerap terjadi di Manggarai, sebagai salah satu wilayah DKI Jakarta.
Baca Juga: Ikut Maunya Tottenham, Manchester United Harus Ganti Seragam pada Final Liga Europa
Terkait hal itu, kini Pramono memastikan program itu akan mulai dilaksanakan dalam waktu dekat.
"Dalam waktu dekat, (Manggarai Berselawat) dalam minggu ini," tegas Pramono kepada awak media di Balai Kota Jakarta, pada Selasa, 20 Mei 2025.
Berkaca dari program yang dicanangkan Dedi dan Pramono demi mengatasi kenakalan remaja, terlihat perbedaan cara pendekatan dua kepala daerah di Jabar dan DKI itu.
Bedanya, Dedi cenderung memberikan intervensi dalam penerapan sistem pendidikan sekolah lewat program 'Panca Waluya', sedangkan Pramono menggunakan pendekatan berdiskusi secara langsung dengan masyarakat melalui kegiatan 'Manggarai Bersholawat'.***




