POJOKSATU.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk menuntaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga selesai.
Ia memastikan tidak akan ada program yang mangkrak, meski sempat muncul keraguan dari sejumlah pihak.
Dalam kesempatan groundbreaking 13 proyek hilirisasi strategis, Prabowo menyampaikan bahwa program MBG sudah berjalan dan memberikan dampak nyata.
Ia bahkan menyinggung adanya pihak yang pesimis terhadap keberhasilan program tersebut.
“Saudara-saudara kita sudah menghasilkan MBG puluhan juta dan kita akan teruskan sampai selesai. Banyak kekurangan kita selesaikan. Banyak yang takut ini berhasil,” ujarnya.
Menurutnya, program ini memiliki dampak besar karena mampu menjangkau lebih dari 60 juta penerima manfaat.
Distribusinya pun dilakukan hingga lima kali dalam sepekan, termasuk untuk kelompok rentan seperti ibu hamil dan lanjut usia.
Prabowo menegaskan bahwa skala program ini bukan hal yang mudah dilakukan.
Ia bahkan menantang pihak yang meragukan untuk melihat langsung negara lain yang mampu menjalankan program serupa dalam jumlah besar.
“Di mana ada negara bisa memberi makan lebih dari 60 juta orang, lima kali seminggu, yang ibu-ibu hamil diantar makan, orang-orang tua, lansia yang tidak berdaya diantar makan. Kasih lihat di mana, negara mana,” katanya.
Ia mengakui bahwa negara besar seperti China mungkin mampu melakukan hal tersebut.
Namun, menurutnya, China telah memulainya jauh lebih dulu.
Sementara Indonesia, kata dia, kini mulai menunjukkan langkah besar hingga menarik perhatian negara lain untuk belajar.
Tak hanya berdampak pada penerima manfaat, program MBG juga dirasakan langsung oleh para petani.
Prabowo menyebut, hasil panen kini lebih terjamin terserap sehingga petani tidak lagi bergantung pada tengkulak.
“Kita sudah merasakan manfaatnya. Petani-petani yang tadinya hasil panennya tidak terbeli. Begitu dia panen mangga, mangganya tidak diambil, puso, rusak di kebun. Panennya tidak diserap. Tengkulak datang banting harga,” paparnya.
Dengan adanya program ini, hasil pertanian diharapkan memiliki kepastian pasar melalui penyerapan oleh SPPG, sehingga kesejahteraan petani pun ikut meningkat.
Di tengah berbagai tantangan, pemerintah terus berupaya menyempurnakan pelaksanaan program agar berjalan optimal.
Komitmen untuk memperbaiki kekurangan juga terus ditegaskan.
Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar bantuan pangan, tapi juga upaya besar untuk membangun kualitas hidup masyarakat sekaligus menggerakkan ekonomi dari hulu ke hilir.
Dari piring yang terisi, ada harapan yang ikut tumbuh, bahwa negara hadir untuk memastikan kesejahteraan rakyatnya.***




