POJOKSATU.ID - Presiden Prabowo Subianto melontarkan gagasan baru yang langsung menyita perhatian publik.

Ia menyerukan program “gentengisasi” nasional, yakni gerakan untuk mengganti atap rumah di seluruh Indonesia yang masih menggunakan seng agar beralih ke genteng.

Menurut Prabowo, penggunaan atap seng sudah tidak lagi relevan dengan kebutuhan estetika, lingkungan, dan ketahanan bangunan jangka panjang.

Baca Juga: DPR Soroti Guru Honorer Digaji Rp300 Ribu, Usul Gaji Ditanggung APBN

Ia menilai seng mudah berkarat, kurang awet, serta memberikan kesan kurang menarik, terutama jika dilihat oleh wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia.

“Atap seng itu kurang estetik. Kalau dilihat dari atas, apalagi oleh wisatawan, kelihatannya tidak indah,” ujar Prabowo dikutip pojoksatu.id dari kumparan.com.

Selain faktor visual, Prabowo juga menyoroti aspek lingkungan. Ia menilai seng tidak ramah lingkungan dan memiliki umur pakai yang relatif lebih pendek dibanding genteng.

Baca Juga: Segera Buka Rekrutmen PPPK BGN 2026 Tahap 3 dan 4, Targetkan 99 Ribu Formasi, Ini Syarat Lengkap Pendaftarannya

Karena itu, ia mendorong agar penggunaan genteng bisa dilakukan secara lebih luas dan seragam di berbagai daerah.

Prabowo menyebut gerakan gentengisasi bukan sekadar perubahan material bangunan, melainkan proyek nasional yang memiliki efek ekonomi berantai.

Ia menilai industri genteng relatif terjangkau dan dapat menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah besar.

Baca Juga: Presiden Prabowo Tegaskan Perbaikan Gaji ASN, PPPK, TNI-Polri hingga Pensiunan demi Cegah Korupsi

“Proyeknya adalah proyek gentengisasi seluruh Indonesia,” tegas Prabowo.

Lebih jauh, Prabowo melihat peluang besar bagi Koperasi Desa Merah Putih untuk terlibat langsung dalam program ini.

Menurutnya, koperasi desa bisa menjadi motor produksi, distribusi, hingga pemasangan genteng di tingkat lokal.

Dengan melibatkan koperasi, Prabowo berharap program gentengisasi tidak hanya memperbaiki tampilan rumah warga, tetapi juga menggerakkan ekonomi desa dan memperkuat kemandirian masyarakat.

Tak hanya itu, Prabowo mengungkapkan bahwa ide gentengisasi juga mendapat masukan dari para pakar.

Baca Juga: PPPK Paruh Waktu Dikritik, Solusi Guru Honorer Dinilai Tak Menyentuh Akar Masalah

Salah satu usulan yang diterimanya adalah pemanfaatan limbah industri sebagai bahan baku genteng, termasuk limbah batu bara.

Menurut Prabowo, pemanfaatan limbah tersebut bisa menjadi solusi ganda: mengurangi dampak lingkungan sekaligus menekan biaya produksi genteng.

Jika dikelola dengan baik, industri genteng berbasis limbah dinilai bisa menjadi sektor strategis baru yang ramah lingkungan.

Baca Juga: Buntut Kasus Korupsi, Dua ASN di Berau Diberhentikan Sementara, Hak Gaji Dicabut

“Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng. Jadi nanti ini gerakannya adalah gerakan nasional,” kata Prabowo menegaskan.

Gagasan gentengisasi ini dinilai sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan yang menekankan aspek lingkungan, ekonomi, dan pariwisata.

Meski masih dalam tahap gagasan, pernyataan Prabowo ini telah memicu diskusi luas di masyarakat terkait kesiapan industri, biaya konversi atap, hingga peran pemerintah daerah dalam implementasinya.

Ke depan, publik menantikan bagaimana pemerintah akan merumuskan kebijakan teknis agar program gentengisasi benar-benar bisa diwujudkan tanpa memberatkan masyarakat.***