POJOKSATU.id, JAKARTA-- Presiden Prabowo Subianto disarankan menonaktifkan sementara Menteri BUMN Erick Thohir menyusul terungkapnya kasus dugaan korupsi di Pertamina Patra Niaga oleh Kejagung.

Salah satu yang menjadi sorotan dalam kasus Pertamina ini adalah dugaan pengoplosan atau pencampuran Pertalite atau bensin kualitas rendah dari itu dengan Pertamax.

"Soal kualitas dan harga BBM itu menyangkut kepentingan hajat hidup orang banyak termasuk kita sendiri, maka perlu kita dukung penuh pihak Kejaksaan Agung dalam membongkar dugaan permainan impor ini agar terang benderang," kata Direktur Eksekutif CERI, Yusri Usman, Minggu (2/3).

Baca Juga: Elsa Tunggu Sahabat Sejatinya di RSUD Timika, Evakuasi Jenazah Lilie Besok dari Puncak Carstensz

Yusri Usman menilai tim penyidik Kejagung sangat profesional dan memiliki cukup bukti untuk mengusut kasus ini. Ia pun menyoroti peran Menteri BUMN dalam mengawasi bisnis Pertamina.

"Proses bisnis pengadaan minyak di Pertamina tak bisa lepas dari tanggungjawab Menteri BUMN dan mantan Dirut Pertamina," ungkap Yusri.

Dia pun berharap, jika Presiden Prabowo Subianto benar-benar berkomitmen memerangi korupsi, maka sebaiknya Menteri BUMN segera dinonaktifkan agar kasus ini dapat cepat terselesaikan.

Diketahui, Erick Thohir sempat bungkam selama lebih dari empat bulan sejak Kejagung mulai menggeledah kantor dan rumah direksi Pertamina pada Oktober 2024 lalu.

Baca Juga: Indonesia Jadi Tuan Rumah PIALA ASIA 2031, Tapi Harus BERSAING DULU dengan Negara Lain, Erick Thohir PERTEMUKAN Presiden AFC dengan Presiden Prabowo

Namun, setelah bertemu Jaksa Agung ST Burhanuddin, Erick tiba-tiba menyatakan akan mengevaluasi direksi yang menjadi tersangka.

Beberapa hari lalu, Kejaksaan Agung menangkap 9 tersangka kasus korupsi tata Kelola minyak mentah tahun 2018-2023.

Para tersangka adalah pejabat Pertamina dan pihak swasta atau broker atau makelar. Total kerugian negara akibat ulah mafia minyak mentah ini mencapai Rp 193,7 triliun.

Kasus ini menghebohkan publik karena dugaan tindakan pidana korupsi ini disinyalir dilakukan secara sistematis dan melibatkan banyak pihak dan sudah berlangsung lama.

Kasus korupsi mafia BBM Pertamina ini menyita perhatian publik karena juga ada praktek lanjutannya yaitu dugaan para mafia BBM ini juga melakukan pengoplosan BBM Pertamax yang dicampur dengan Pertalite atau bensin kualitas rendah dari itu.***