POJOKSATU.ID - Masyarakat Sulawesi Selatan dikejutkan dengan kabar duka mengenai penemuan jenazah seorang mahasiswi di lingkungan institusi pendidikan tinggi.
Korban yang diketahui merupakan mahasiswi aktif dari Universitas Hasanuddin tersebut ditemukan sudah tidak bernyawa di kawasan kampus Fakultas Teknik.
Berdasarkan informasi yang disebarluaskan oleh akun media sosial Haluan Media, lokasi kejadian perkara ini berada di wilayah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Penemuan jasad tersebut langsung memicu perhatian publik dan civitas akademika setempat yang merasa kehilangan.
Baca Juga: Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Mencapai 6,5 Persen pada 2027
Pihak kepolisian dari Polres Gowa pun segera bergerak cepat untuk menangani peristiwa tragis ini secara mendalam.
Aparat penegak hukum saat ini masih terus melakukan penyelidikan intensif guna mengungkap penyebab pasti di balik kematian korban.
Proses investigasi tersebut dilakukan dengan mengumpulkan serta mendalami sejumlah barang bukti yang ditemukan di sekitar tempat kejadian perkara.
Selain barang bukti fisik, petugas juga tengah memeriksa beberapa pesan tertulis yang diduga kuat ditinggalkan oleh korban sebelum mengembuskan napas terakhirnya.
Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto Beri Peringatan Tegas Agar Seluruh ASN demi Optimalisasi Pelayanan Publik
Identitas korban sendiri telah dikonfirmasi memiliki inisial PJT dan baru menginjak usia sembilan belas tahun.
Berdasarkan data kemahasiswaan, perempuan muda tersebut tercatat sebagai mahasiswi Departemen Teknik Arsitektur angkatan tahun 2024.
Keterangan mengenai kronologi awal penemuan ini disampaikan oleh Kepala Unit Reserse Mobile Polres Gowa, Inspektur Dua M Alfian.
Pihak kepolisian menyatakan bahwa korban pertama kali ditemukan oleh salah seorang rekan kuliahnya sendiri dalam kondisi sudah meninggal dunia.
Peristiwa penemuan jasad tersebut terjadi pada hari Senin, 18 Mei 2026, sekitar pukul 19.30 Waktu Indonesia Tengah.
Hingga saat ini, polisi masih terus mengumpulkan keterangan dari para saksi guna membuat terang benderang kasus penemuan mayat ini.***




