POJOKSATU.ID - Sebuah pohon besar tiba-tiba tumbang di Jalan Pahlawan, Kelurahan Rempoa, Ciputat Timur, pada siang 15 November 2025.
Insiden ini mengejutkan warga dan pengguna jalan karena tidak ada angin kencang atau hujan saat kejadian.
Menegaskan potensi risiko dari pohon-pohon tua yang kurang terpantau di area perkotaan.
Menurut Kompol Bambang Sodiq, Kapolsek Ciputat Timur, kondisi pohon tersebut sudah rapuh karena usia.
Baca Juga: Kolaborasi Baktijaya, DKUM Depok, dan UI Permudah UMKM Dapatkan NIB dan Sertifikat Halal
“Iya, nggak ada angin, tidak ada hujan tiba-tiba saja. mungkin karena pohon besar dan sudah tua,” ujarnya, dikutip dari detik, Sabtu 15 November 2025.
Akibat tumbangnya batang pohon, bagian atas sebuah mobil tertimpa dan mengalami kerusakan parah, kap mesin penyok dan kaca pecah.
Kondisi ini sempat memblokir akses lalu lintas di Jalan Pahlawan. Petugas kepolisian langsung turun untuk mengatur arus dan mengevakuasi sisa batang kayu.
Beberapa pengendara menyebutkan bahwa insiden itu menimbulkan pemandangan menegangkan.
Baca Juga: PDDikti Jadi Batu Sandungan, Kenapa Banyak Fresh Graduate Magang Nasional Batch 2 Tak Eligible?
“Saya tadi lewat, tiba-tiba lihat mobil dipenuhi dahan besar,” kata seorang saksi mata.
Kejadian ini mencuat sebagai panggilan serius bagi pemerintah kota dan instansi kehutanan kota (Tamhut).
Untuk secara berkala melakukan pemeriksaan dan pemangkasan terhadap pohon-pohon tua di jalan utama.
Saat ini, banyak batang pohon besar di kawasan pemukiman dan jalan protokol tidak mendapat perhatian yang cukup, padahal mereka bisa menjadi potensi bencana jika tidak ditangani.
Insiden pohon tumbang di Tangsel juga bukan kasus tunggal. Pada awal Oktober 2025.
Hujan deras disertai angin kencang melanda beberapa titik di Tangerang Selatan dan menyebabkan 37 pohon tumbang.
Peristiwa yang terjadi hari ini kembali menyoroti bahaya pohon tua yang tidak dirawat dengan baik.
Meski cuaca terlihat tenang, kondisi pohon yang rapuh dapat berubah menjadi ancaman serius bagi warga dan pengguna jalan.
Banyak masyarakat menyampaikan kritik terhadap kurangnya pemantauan berkala.
Dan lemahnya kesiapsiagaan pengelola ruang hijau dalam mengantisipasi risiko tumbangnya pohon-pohon berusia puluhan tahun.
Setelah kejadian, petugas telah mengevakuasi batang pohon, membersihkan sisa-sisa material, dan membuka kembali akses jalan.
Namun warga menegaskan bahwa penanganan pascakejadian saja tidak cukup.
Mereka mendesak Dinas Pertamanan serta instansi terkait untuk melakukan audit menyeluruh.
Terhadap pohon-pohon besar di kawasan padat penduduk maupun jalur lalu lintas yang ramai.
Tanpa langkah preventif seperti pengecekan kesehatan pohon, pemangkasan rutin, dan penggantian pohon yang rawan tumbang.
Kejadian serupa dikhawatirkan akan berulang, berpotensi menimbulkan kerusakan lebih besar atau bahkan memakan korban jiwa.***




