POJOKSATU.id - Perempuan memiliki peran penting, sebagai akses informasi mulai dari pola pengasuhan anak, serta pengawasan penggunaan teknologi dalam keluarga.
CEO Borneo Radio Network Digital Communication Service, Widodo Prihadi mengungkapkan, jika literasi yang dimiliki perempuan rendah, banyak dampak yang dapat ditimbulkan.
"Khususnya ibu, dapat mengakibatkan anak kecanduan gawai dan menjelajah informasi untuk orang dewasa," kata Widodo dalam seminar online Ngobrol Bareng Legislator bertajuk 'Perempuan dan Budaya Digital' pada Rabu, 31 Mei 2023.
Dia mengungkapkan, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat, pada tahun 2017-2019 pengaduan kasus pornografi dan kejahatan online terhadap anak meningkat mencapai angka 1.940 kasus.
"Oleh karena itu, perempuan dan gerakan literasi sebuah konsekuensi logis ketika kita ingin melihat kemajuan suatu bangsa," jelas Widodo.
Sementara Dosen Prodi Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB, Willy Bachtiar menjelaskan, dengan banyaknya konten yang beredar saat ini, tidak sedikit konten yang menjadikan perempuan sebagai obyek.
"Obyektifikasi perempuan ini terjadi akibat stereotype yang sudah tertanam di tengah masyarakat selama ini sehingga terbawa ke dalam budaya digital juga," kata dia.
Menurutnya, perempuan harus adaptif terhadap informasi teknologi yang semakin dinamis serta memanfaatkan peluang yang ada untuk mengaktualisasikan diri, menciptakan inovasi dan berkontribusi dalam proses mewujudkan kesetaraan gender di Indonesia dan masa depan yang berkelanjutan.
Anggota Komisi I DPR RI, Krisantus Kurniawan mengungkapkan, ruang digital memberi peluang bagi perempuan untuk berpartisipasi, berkolaborasi, produktid serta kreatif
"Perempuan perlu aktif terlibat dalam era digitalisasi untuk menghadapi tantangan zaman ini, bukan hanya sebagai konsumen teknologi," kata dia.
Kata Krisantus, kesenjangan digital dan kurangnya kompetensi literasi digital menjadi tantangan bagi semua pihak, terutama perempuan di pedesaan dan kelompok lanjut usia.
"Perempuan berperan dalam membentuk karakter bangsa melalui penggunaan internet, pemberdayaan diri, dan kontribusi dalam membangun masyarakat dan negara," jelasnya.
Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan, dampak pandemi dan pesatnya teknologi telah mengubah cara beraktivitas dan bekerja.
Kehadiran teknologi sebagai bagian dari kehidupan masyarakat ini semakin mempertegas era disrupsi teknologi.
Untuk mengahadapi hal tersebut, semua pihak harus mempercepat kerjasama dalam mewujudkan agenda trasformasi digital Indonesia.
"Bersama-sama wujudkan cita-cita bangsa Indonesia dengan menjadikan masyarakat madani berbasis teknologi," katanya.
Ia meyakini kemampuan yang kita miliki serta keunggulan yang terus dijaga akan membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa yang hebat dan besar serta menjadi unggul dalam SDM.
(Rishad Noviansyah)



