POJOKSATU.id - Masyarakat memiliki dua tantangan dalam bermedia digital, yang bisa diatasi dengan menerapkan literasi digital dalam setiap penggunaan teknologi informasi dan komunikasi.
Hal tersebut, diungkapkan Gembala Jemaat GPDI Ketua Wilayah Bamag LKKI Provinsi Kepuluauan Riau, Pdt Markus Panjaitan dalam webinar yang diselenggarakan Kementerian Kominfo dan DPR RI bertema 'Pendidikan Karakter Pancasila Dalam Bermedia Digital' pada Kamis, 6 Maret 2023.
Menurutnya, dua tantangan tersebut yakni kemudahan yang diberikan oleh kemajuan teknologi, akan mengubah tingkah laku dan kebiasaan yang kerap mengarah pada perilaku buruk.
Namun, tantangan paling kuat adalah arus informasi yang banyak, sehingga masyarakat terlalu banyak menerima informasi di saat bersamaan. Sehingga diperlukan literasi digital yang baik, agar masyarakat dapa mencari, menemukan, memilah serta memahami informasi yang benar dan tepat.
"Konten negatif juga menjadi salah satu tantangan era literasi digital. Contohnya konten pornografi, isu SARA dan lainnya. Kemampuan individu dalam mengakses internet, khususnya teknologi informasi dan komunikasi, harus dibarengi dengan literasi digital. Sehingga individu bisa mengetahui, mana konten yang positif dan bermafaat serta mana konten negatif, jelas Pdt Markus.
Menurutnya, Digital Culture merupakan kemampuan individu dalam membaca, menguraikan, membiasakan, memeriksa, dan membangun wawasan kebangsaan, nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari.
"Warga negara memiliki hak dan kewajiban melakukan aktivitas bermedia berlandas Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika. Fungsi utama pancasila yakni sebagai ideologi negara. Pancasila sebagai dasar negara. Pancasila sebagai jiwa bangsa Indonesia. Pancasila sebagai falsafah hidup yang mempersatukan bangsa," katanya.
Sementara Anggota Komisi I DPR RI, Mayjen TNI Mar (Purn) Sturman Panjaitan mengungkapkan, Pancasila mampu mempersatukan Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku, bahasa dan agama.
"Pancasila tidak berbenturan dengan agama dan adat istiadat di seluruh Indonesia. Indonesia merupakan negara yang kaya dengan sumber daya alam yang melimpah, maka dari itu Pancasila berperan penting dalam menjaga kesatuan bangsa Indonesia beserta seluruh sumber daya alamnya dari tangan asing," katanya.
Kata dia, di sisi lain pergerakan media pada saat ini sudah beralih ke media sosial dan ruang digital dimana sudah tidak ada lagi batasan ruang dan waktu. "Sehingga kita harus memiliki cara yang sama untuk melawan hal-hal yang dapat memecah belah," kata dia.
Sementera Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan berharap, webinar ini dapat meningkatkan literasi digital masyarakat Indonesia. "Sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah dalam mewujudkan transformasi digital Indonesia," kata Semuel.
(Rishad Noviansyah)



