POJOKSATU.id - Pengakuan Pengguna Motor Listrik, Seminggu cuma Rp4 Ribuan, Hujan dan Genangan Air Dilibas
Saat ini, makin banyak mayarakat yang penasaran dengan motor listrik.
Akan tetapi, tidak sedikit pula yang ragu lantaran memang motor listrik di Indonesia maih belum cukup masif.
Kekhawatiran lainnya adalah jika batre habis di tengah jalan dan belum banyak stasiun pengisian yang tersedia layaknya SPBU.
Selain itu, ada juga kekhawatiran motor listrik akan bermasalah saat kehujanan.
Belum lagi bayangan tagihan listrik bulanan akan membengkak gegara sering ngecas motor listrik.
BACA: Syarat Dapatkan Motor Listrik Subsidi Kuota Terbatas 200 Ribu Unit, Mulai Hari Ini
Tidak heran masih ada masyarakat yang ragu dan gamang untuk memutuskan mengganti motor konvensional ke motor listrik.
Apa benar demikian? Berikut ini pengakuan pengguna motor listrik yang menceritakan pengalamannya.
Seminggu cuma Rp4 ribuan
Terlepas dari berbagai anggapan, asumsi dan keraguan itu, ternyata sama sekali tidak dirasakan Bobby.
Anggota komunitas West Jawa Electric Vehicle Community (Welvec) ini malah mengaku sebaliknya.
Sejak menjadi pengguna motor listrik, Bobby mengaku jauh lebih hemat.
Demikian juga soal kenyamanan yang sama sekali tidak ada penurunan yang ia rasakan saat mengendarai motor listrik.
Bobby mengaku, sebelumnya ia harus merogoh kocek setidaknya Rp30 ribu setiap pekan untuk membeli BBM.
BACA: Jajal Motor Listrik Dinas Kota Bogor, Bima Arya Sebut Motor Lama Bisa Dikonversi Hanya Rp7 Juta
Namun dengan motor listrik, jika dihitung-hitung, biaya yang harus dikeluarkan selama seminggu cuma sekitar Rp4.100 saja.
Biaya itu dikeluarkan untuk 2 kali ngecas motor listrik miliknya.
"Pakai motor listrik ini murah dan banyak manfaatnya. Kita nggak perlu isi bensin. Pemakaiannya juga nyaman, tidak ribet. Motor bisa dicas di rumah," ungkap Bobby, dikutip dari fin.co.id.
Soal kekhawatiran motor listrik mati saat hujan pun tak pernah dialami Bobby.
Meski diakuinya awalnya ia sendiri ragu apakah motor listrik miliknya bisa melewati genangan air hujan.
Akan tetapi, setelah ia memutuskan nekad, ternyata motor listrik itu bisa melibas genangan air dan tetap aman.
"Buat saya, tidak perlu ragu menggunakan motor listrik. Selain lebih hemat, lebih nyaman juga ramah lingkungan," ungkap Bobby.
Tagihan listrik tidak membengkak
Kenyamaman saat berkendara dan lebih hemat setelah memakai motor listrik juga dirasakan Yulia, anggota Welvec lainnya.
Karena itu, Yulia makin mantap menggunakan motor listrik miliknya untuk penggunaan sehari-hari ketimbang motor konvesional.
"Saya pakai motor ini untuk ke kantor setiap hari. Selain itu saya juga menggunakan untuk pergi seperti ke supermarket," beber Yulia.
BACA: Percepat Program Transisi, Pemerintah Targetkan 2 juta Motor Listrik di Tahun 2025
Yulia juga akhirnya bisa membantah kekhawatiran tagihan listrik membengkak gegara ngecas motor listrik.
Pasalnya, tagihan listrik bulanan pun tak jauh berbeda dari bulan-bulan sebelumnya.
"Dari segi biaya motor listrik sangat hemat. Saya cas di rumah, tagihan listrik tidak terasa berbeda dari biasanya,” ungkap Yulia.
Pengalaman unik dan menarik pun kerap ia dapatkan ketika mengendarai motor listrik di jalan.
Tidak jarang ia mendapat sapaan dari pengguna jalan lain atau sekedar bertanya tentang motor listrik miliknya.
"Pernah saat mengendarai motor listrik, saya disapa pengguna lain dan memberikan pujian terhadap motor saya," kata dia.
Yulia juga mengungkap sama sekali tak pernah menemui kendala dengan motor listrik miliknya, meski di bawah guyuran hujan sekalipun.
"Buat saya nggak rugi pakai motor listrik. Saat hujan juga tidak ada masalah," pungkas Yulia.
Jadi, apa Anda masih ragu pakai motor listrik? Tidak tertarik dengan motor listrik? (AdeGP/pojoksatu)




