Jajal Motor Listrik Dinas Kota Bogor, Bima Arya Sebut Motor Lama Bisa Dikonversi Hanya Rp7 Juta

Wali Kota Bogor Bima Arya bersama Wakilnya Dedie A. Rachim menjajal motor listrik dinas Kota Bogor setempat bersama komunitas pengguna motor.

POJOKSATU.id, BOGOR – Wali Kota Bogor Bima Arya bersama Wakilnya Dedie A. Rachim menjajal motor listrik dinas Kota Bogor setempat bersama komunitas pengguna motor.


Bima Arya bersama rombongan menjajal motor listrik dinas Kota Bogor, Sabtu (26/11) diiringi dengan peresmian stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) pertama di Kota Bogor yang dibangun oleh PT PLN Persero di Balai Kota Bogor.

Bima Arya mengatkan, motor listrik dinas Kota Bogor merupakan sejarah baru dalam menjemput masa depan dengan penggunaan kendaraan listrik.

BACA JUGA : Di IMOS, AHM Umumkan Strategi Roadmap Sepeda Motor Listrik Honda Hingga 2030


“Pasti ada pro dan kontra, tapi presiden sudah memerintahkan, dan kita laksanakan. Kita jemput masa depan di Kota Bogor dengan mobil listrik dinas dan motor dinas listrik,” katanya.

Bima menyebut, pengguna kendaraan motor listrik dinas Kota Bogor saat ini sudah mencapai ratusan, bahkan ribuan pengguna.

Saat ini, Pemkot Bogor juga sudah mulai menggunakan kendaraan listrik secara bertahap yang diawali dengan lima motor listrik dan dua mobil listrik.

BACA JUGA : Dukung Pembelajaran Tatap Muka, Grab Sediakan Shelter dan Motor Listrik di USU

Menindaklanjuti Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2022 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Listrik (Battery Electric Vehicle) sebagai Kendaraan Dinas Operasional dan/atau Kendaraan Perorangan Dinas Instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, Pemerintah Kota Bogor bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat telah menganggarkan pembelian dua mobil listrik dan lima sepeda motor listrik sebagai kendaraan dinas seharga Rp1,8 miliar pada perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2022.

Harga dua mobil listrik sekitar 1,7 miliar untuk mobil dinas Wali Kota Bogor dan Wakil Wali Kota Bogor, sedangkan lima motor listrik seharga Rp 137,5 juta per unit untuk jajaran dinas.

“Penggunanya semakin banyak, komunitasnya semakin berkembang, kita berterima kasih PLN telah bantu untuk membangun SPKLU, nanti akan semakin banyak. Otomatis permintaan pasar akan semakin banyak. Kita lihat masyarakat sudah mulai bergeser dan hari ini kita melakukan sosialisasi itu,” ujarnya.

BACA JUGA : Ini Sosok Sebenarnya M Nuh Pemenang Lelang Motor Listrik Jokowi

Menurut Bima Arya, saat mencoba kendaraan motor listrik dinas Kota Bogor ini nyaman untuk digunakan dalam aktivitas sehari-hari.

Sementara mengenai ketahanan motor listrik dinas Kota Bogor ini dari keterangan penggunaannya, kata dia, bisa bertahan hingga bertahun-tahun sama seperti kendaraan pada umumnya. “Jadi saya optimis banyak yang akan melakukan konversi. Bisa menjual, membeli baru, atau motor lama bisa dikonversi dengan biaya sekitar Rp 7 juta,” katanya. (Ipe)