POJOKSULSEL, MAKASSAR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel), melaksanakan program rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) untuk 13 rumah di Pulau Barrang Lompo, Kota Makassar.
Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Sulsel mulai melakukan mutual chek awal atau MC-0, merupakan kegiatan penghitungan kembali volume item pekerjaan dan disesuaikan antara gambar rencana dengan kondisi lapangan.
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) pada Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Sulsel, sudah mulai melakukan MC-0 untuk program rehabilitasi RTLH di Pulau Barrang Lompo, Kecamatan Sangkarrang, Kota Makassar.
"Pemprov Sulsel bekerjasama dengan Tim Penggerak PKK Sulsel yang ikut melakukan pembinaan dan edukasi kepada penerima manfaat," kata Andi Sudirman.
Andi Sudirman berharap rehabilitasi RTLH di Barrang Lompo akan bermanfaat dalam menghadirkan ketersediaan hunian.
Sementara itu, Pemprov Sulsel juga kembali menggeliatkan produksi kokon atau kepompong ulat sutra di Wajo setelah 20 tahun vakum. Pemprov Sulsel sudah menyalurkan 2,5 juta bibit murbei secara bertahap sejak tahun 2020.
Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan mulai memberikan bantuan satu juta pohon murbei pada tahun 2020, . Bantuan 500 ribu pohon murbei kembali diberikan ke Kabupaten Wajo pada tahun 2022.
Pemprov Sulsel kembali mengucurkan satu juta bibit pohon murbei pada tahun 2023. Bantuan itu disalurkan melalui bantuan keuangan Pemprov Sulsel.
Selain itu, pada tahun 2023 juga diberikan sarana pendukung berupa rumah ulat dan sumur bor.
Andi Sudirman mengatakan, Pemprov Sulsel terus berupaya mengembalikan kesejahteraan sutra di Kabupaten Wajo. Berbagai program pun terus dihadirkan hingga diberikan bantuan untuk industri persutraan.
Tidak hanya itu, Pemprov Sulsel melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulsel, telah menghadirkan UPTD Pengelolaan Sutra.
UPTD Pengelolaan Sutra membangun rumah produksi pemintalan di Sempange, Pakkana, Kecamatan Tana Sitolo. Rumah produksi itu beroperasi menggunakan mesin pintal otomatis dengan 500 mata pintal dan pompa celup. Rumah produksi itu menghasilkan benang lusi hingga 32 ton per tahun.
Andi Sudirman berkomitmen untuk melakukan pembangunan di Wajo secara bertahap, termasuk melalui inovasi program persutraan untuk kejayaan Sulsel.
(fadli/pojoksulsel)



