POJOKSATU.id, JAKARTA— PDIP membeberkan satu per satu alasan mereka memecat 27 kadernya termasuk Jokowi, Gibran Rakabuming Raka dan Bobby Nasution.

Setelah ditelisik, alasan pemecatan Gibran Rakabuming Raka yang saat ini Wapres RI serta Bobby Nasution yang merupakan Gubernur Sumut terpilih 2024, ternyata sama.

Gibran Rakabuming Raka dan Bobby Nasution dianggap melanggar etik partai dengan maju sebagai calon Wapres 2024 dan calon Gubernur Sumut dari partai lain.

Baca Juga: Pakar Hukum Sebut Ide Pilkada Dipilih DPRD Tuai Kontroversi Karena Lompat Kesimpulan dari Presiden

Ada 3 alasan utama yang dibeberkan PDI Perjuangan terkait pemecatan 27 kader mereka ini.

1.Maju Pilkada dan Pilpres 2024 dari Partai Lain

Sebanyak 19 nama ini maju calon walikota, bupati, gubernur dan wapres dari partai lain sehingga melanggar etik partai. Mereka antara lain Lalu Budi Suryata (Nusa Tenggara Barat/NTB); Putu Agus Suradnyana dan Putu Alit Yandinata (Bali), Muhammad Alfian Mawardi (Kalimantan Tengah); Hugua (Sulawesi Tenggara); Elisa Kambu (Papua Barat Daya); John Wempi Wetipo dan Willem Wandik (Papua Tengah); serta Suprapto (Sorong, Papua Barat Daya).

Baca Juga: Melahirkan Dengan Metode Water Birth, Ini Nama Anak Kedua Nikita Willy

Kemudian Gunawan HS (Malang, Jawa Timur); Heriyus (Murung Raya Kalimantan Tengah); Ery Suandi (Karimun Kepulauan Riau); Fajarius Laia (Nias Selatan Sumut); Mada Marlince Rumaikewi (Mamberamo Raya Papua); Feri Leasiwal (Pulau Morotai Maluku Utara); Lusiany Inggilina Damar (Halmahera Barat Maluku Utara); serta Dorthea Gohea (Nias Selatan Sumut).

Kemudian Gibran Rakabuming Raka (Surakarta Jawa Tengah) maju calon Wakil Presiden 2024. Dan Bobby Nasution (Medan Sumut) calon gubernur pada Pilkada 2024 dari partai lain.


2.Tak Dukung Calon Pilkada 2024 dari PDIP

Ada tujuh kader yang dipecat karena telah melanggar etik partai lantaran tidak mendukung calon Pilkada 2024 dari PDIP. Ketujuh orang ini berasal dari Sumatera Utara dan Jakarta.

Baca Juga: BRI Tetap Hadir Melayani di Libur Nataru 2024/2025: AgenBRILink Jadi Solusi Finansial Andalan

Mereka antara lain Weski Omega Simanungkalit, Arimitara Halawa, Camelia Neneng Susanty Sinurat, dan Sihol Marudut Siregar (Tapanuli Tengah). Kemudian Hilarius Duha dan Yustina Repi (Nias Selatan) serta Effendi Muara Sakti Simbolon (Jakarta).


3.Salah Gunakan Kekuasaan

Mantan Presiden Joko Widodo atau Jokowi (Surakarta Jateng) dipecat karena dinilai menyalahgunakan kekuasaan untuk mengintervensi Mahkamah Konstitusi (MK) yang menjadi awal rusaknya sistem demokrasi, sistem hukum, dan sistem moral etika kehidupan berbangsa dan bernegara sehingga merupakan pelanggaran etik dan disiplin partai serta dikategorikan sebagai pelanggaran berat.***