POJOKSATU.ID-  Aktivitas masyarakat tetap berjalan setelah aksi demonstrasi yang berlangsung di Jakarta, mulai dari kegiatan perkantoran, pendidikan, perdagangan, hingga mobilitas warga pada Jumat 28 Agustus 2026.

"Yang paling penting saat ini adalah menjaga suasana tetap tenang agar masyarakat dapat menjalankan aktivitasnya dengan baik. Polda Metro Jaya mengajak seluruh pihak menahan diri, tidak terpancing provokasi, dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi," ujar Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto dalam keterangan resmi.

Baca Juga: Gandeng Inggris dan Anak Usaha World Bank, Air Sungai Cikapundung Bandung Bakal Diolah Jadi Air Minum!

Pengaturan arus lalu lintas dan pelayanan kepada masyarakat dilakukan secara situasional dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi di lapangan.

Budi menegaskan, ruang untuk menyampaikan aspirasi tetap harus dihormati. Namun, hak masyarakat lainnya untuk bekerja, belajar, berusaha, dan menggunakan ruang publik juga harus tetap berjalan.

"Jakarta adalah ruang bersama. Aspirasi harus mendapat tempat, aktivitas masyarakat harus tetap berjalan, dan keselamatan setiap orang wajib dijaga. Mari kita jaga suasana tetap teduh dengan saling menghormati dan menempatkan kepentingan bersama di atas perbedaan," tuturnya.

Baca Juga: 7 Bulan Garang! Satpol PP Kota Bandung Sikat 145 Pelanggar Perda, Denda Terkumpul Tembus Rp176,6 Juta

Sebelumnya, aksi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di Gedung DPR-MPR pada Kamis 27 Agustus 2026 berlangsung hingga malam dan diwarnai aksi anarkis sejumlah massa.

Massa melempari batu, menyalakan petasan, hingga membakar sejumlah barang, termasuk Pos Polisi di Traffic Light Slipi, Jakarta Barat.

Bentrok juga terjadi di Jalan Raya Pejompongan. Akibatnya, arus lalu lintas di sekitar Slipi dan Pejompongan sempat lumpuh***