POJOKSATU.id, JAKARTA- Wasekjen PA 212, Novel Bamukmin membandingkan Ponpes Al Zaytun dengan ormas FPI yang lebih dulu dibubarkan.

Bila dibandingkan dengan Ponpes Al Zaytun, harusnya para tokoh dan pemuka agama lebih lantang menyerukan agar Pondok terbesar di Asia itu segera dibubakan.

"Berbanding tebalik dengan pembubaran FPI di mana tidak ada satupun dari ormas manapun membela," kata Novel Bamukmin saat dihubungi pojoksatu.id, Jumat (23/6/2023).

Sementara Al Zaytun sudah puluhan tahun telah menyebarkan faham-faham sesat kepada para santrinya, malah pemerintah membiarkan kesesatan tersebut meraja lela.

"Al Zaytun memang sudah lama seperti bara dalam sekam dan malah saat ini mempertontonkan kekuatan kesesatannya, padahal sudah difatwa sesat oleh MUI," ujarnya.

Karena itu, Novel menduga Ponpes Al Zaytun memang sengaja dipelihara oleh pemerintah sebagai simbol peliharaan oligarki.

Termasuk, kata dia, dipeliharanya kesesatan Ponpes Al Zaytun tujuannya untuk menyulut perpecahan

"Dan Al Zaytun bisa dipergunakan untuk menyulut perpecahan dengan puncak kerusuhan/keos untuk negara ini dalam keadaan darurat," tegasnya.

Reporter : firdausi