MK Jangan Main Hati soal Putusan Sistem Pemilu, Jangan pula Main di Belakang Layar
POJOKSATU.id, JAKARTA - Pengamat politik Ujang Komarudin turut menyoroti kabar Mahkamah Kontitusi (MK) terkait putusan soal sistem pemilu terbuka jadi proporsional tertutup.
Ujang mengingatkan MK agar tidak bermain di belakang layar dalam memutuskan gugatan UU Pemilu tersebut.
"MK jangan main hati atau main di belakang layar. Walaupun kita belum tahu bagaimana keputusunnya nanti," kata Ujang dihubungi Pojoksatu.id, Kamis (1/6/2023).
Dia juga berharap MK dalam memutuskan gugatan tersebut untuk bersikap netral alias tidak berpihak kepada kepentingan kelompok tertentu.
"Sikap MK harus netral, MK harus mendengar suara orang banyak," pesan dia.
Di sisi lain, 8 partai politik sudah menyatakan menolak sistem pemilu proporsional tertutup.
BACA JUGA: Gerakan Aktivis Mahasiswa di Makassar Tolak Sistem Pemilu Proporsional Tertutup
8 parpol tersebut menilai sistem proporsional tertutup akan menjadi kemunduran demokrasi di Indonesia.
"Penolakan 8 partai politik sudah mewakili sikap rakyat yang tidak mau sistem pemilu tertutup," ingat Ujang.
Tapi apabila MK pada akhirnya memutuskan pemilu kembali ke sistem proporsional tertutup, maka hal itu jelas akan membuat demokrasi di Indonesia mandek.
"Jika MK memutuskan sistem pemilu tertutup, artinya demokrasi kita mengalami kemunduran, bukan kemajuan," tandasnya.
BACA JUGA; Pengamat Politik: Pemerintah Harus Segera Tentukan Sistem Pemilu Terbuka atau Tertutup
Sementara, pengamat politik asal Bekasi, Wisnu Nugraha menilai apapun sistem pemilu yang berlaku di Indonesia sejatinya tidak berdampak negatif bagi masyarakat.
Pasalnya, masyarakat tetap masih memiliki hak untuk memilih.
"Hanya metode pemilihan yang mengalami perubahan, namun hak untuk memilih tetap terbuka dan tetap dilakukan," kata Wisnu kepada Pojoksatu.id.
Akan tetapi, sistem proporsional tertutup tetap dinilai sebagai kemunduran demokrasi.
BACA JUGA: Anggota DPRD Tangsel : Sistem Pemilu Proporsional Tertutup Ancaman Serius Bagi Caleg Milenial
Karena itu ia meminta pemerintah segera menentukan sistem pemilu yang baik, apakah terbuka maupun tertutup agar masyarakat tidak bingung.
Hal ini bertujuan agar tidak menimbulkan kegelisahan di masyarakat karena memerlukan upaya yang besar dan perlu dilakukan sosialisasi. (Mufit/Adika/Pojoksatu)
Berita dan konten lainnya dari Pojoksatu.id bisa dibaca di Google News




