POJOKSATU.id, SUMUT- Hong Kong adalah negara yang memiliki destinasi wisata, yang menarik untuk dikunjungi. Pasca Pandemi Covid-19, gerbang Pariwisata Hong Kong kembali dibuka pada Februari 2023 lalu.
Sehubungan dengan pencabutan semua pembatasan masuk ke Hong Kong, negeri berjuluk Mutiara dari Timur itu mengampanyekan promosi "Hello Hong Kong" untuk mengirimkan pesan positif, bahwa Hong Kong telah kembali menjadi salah satu destinasi utama di Tanah Asia, tidak terkecuali bagi wisatawan Muslim.
Hong Kong ternyata asyik dan ramah terhadap wisatawan muslim. Hal ini dapat dilihat dengan bertambahnya fasilitas ruang salat dan restoran halal hingga memudahkan wisatawan.
BACA JUGA: Libur Panjang Idul Adha, Polda Metro Siapkan Pengamanan di Sejumlah Tempat Ibadah dan Tempat Wisata
Diketahui 4,2 persen populasi penduduk Hong Kong memeluk agama Islam atau sekitar 300.000 orang. Sebanyak 70 restoran di Hong Kong telah bersertifikat halal, jadi tidak perlu khawatir tentang makanan saaat berkunjung di Hong Kong.
Salah satu destinasi yang wajib dikunjungi adalah masjid yang ada di Hong Kong. Masjid pertama yang ada di Hong Kong adalah masjid Jamia, yang dibangun pada tahun 1840.
Masjid ini terletak di Shelley Street nomor 10, Central. Saat mengunjungi, wisatawan tidak hanya melihat sebuat tempat ibadah, tetapi bukti peninggalan sejarah panjang perjalanan Islam di negara bekas Koloni Inggris.
Masjid Jami sangat kental dengan gaya arabian. Hal ini terlihat dari arsitekturnya yang menawan. Keunikan lainnya adalah pintu utama masjid yang berbentuk bujur sangkar dan melengkung di setiap sisinya.
Masjid kedua yang tak kalah menarik, untuk dikunjungi adalah Masjid Kowloon, atau disebut juga Masjid dan Islamic Center Kowloon merupakan masjid terbesar di Hong Kong.
Masjid ini adalah salah satu landmark Islam paling ikonik di Hong KongMasjid tersebut mampu menampung sebanyak 3.500 orang jemaah.
BACA JUGA: 6 Wisata Indah Tapi Angker yang Wajib Kamu Ketahui, Bagi yang Melanggar Nyawa Urusannya
Kowloon merupakan salah satu daerah yang padat penduduk, kota ini menampilkan sisi otentik Hong Kong, penuh dengan perpaduan budaya yang indah. Selain itu, ada banyak atraksi di Kowloon, yang sebagian besar ramah untuk Muslim. Seperti pasar malam, jalan Avenue of Stars, dan taman Kowloon Walled City.
Ada satu masjid yang wajib didatangi oleh wisatawan, yaitu Masjid Ammar and Osman Ramju Sadick Islamic Centre, yang dirancang oleh seorang arsitek muslim asli Hong Kong bernama Osman Ramju Sadick.
Dulunya, masjid ini digunakan sebagai markas beberapa organisasi yang mengontrol, membawahi, dan mengawasi seluruh kegiatan umat Islam di Hong Kong.
Bagi wisatawan yang datang saat perut lapar, ada kantin dengan menu makanan halal. Masjid ini dibangun oleh lembaga yang memberikan sertifikat halal untuk restoran di Hong Kong, yaitu Incorporated Trustees of the Islamic Community Fund of Hong Kong. Di sini wisatawan wajib mencoba dim sum halal paling otentik di Hong Kong.
Selain wisata ibadah, wisatawan juga perlu menikmati kuliner dari negara ini. Beberapa tempat kuliner halal tersedia di Hong Kong, diantaranya Jashan Celebrating Indian Cuisine yang dinobatkan sebagai “ Masterchef Recommendation Restaurant” pada tahun 2019 dan “ GHM Cordons Bleus Recommendation Restaurant” pada tahun 2016.
BACA JUGA: Libur Cuti Bersama Iduladha Bisa Naikkan Sektor Pariwisata dan Pendapatan Kota Bandung
Kemudian ada restoran JAJA yang sangat cocok bagi wisatawan Muslim karena menyajikan hidangan dan minuman vegetarian. Wisata kuliner selanjutnya ada di Tagline Restaurant and Bar yang bersertifikat halal, menyajikan hidangan tradisional India dan Arab.
Adapula Cupping Room dengan hidangan vegetarian ringan. Dan Flaming Frango, restoran berkonsep ayam piri-piri pertama di Hong Kong, yang pastinya sudah bersertifikat halal.
Selanjutnya ada Islam Food, yang dikenal dengan veal goulash-nya yang lezat atau pangsit pipih berisi daging sapi muda yang empuk. Islam Food menyajikan makanan khas Xinjiang dengan cita rasa otentik.
Hong Kong memiliki kepedulian untuk menyetarakan wisata halal untuk menggaet wisatawan Muslim berkunjung ke negaranya. Apakah anda mau mencoba? (TIK/pojoksatu)
BACA JUGA: Teken Kerjasama Jawa-Bali, Ganjar Bakal Kembangkan Kebudayaan Sektor Pariwisata Hingga Ekonomi*




