POJOKSATU.id — Pemerintah menegaskan bahwa seluruh program diskon dan subsidi yang disiapkan menjelang libur Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 benar-benar akan dijalankan.
Seluruh kebijakan tersebut telah melalui proses perhitungan anggaran secara serius dan tidak bersifat sementara.
Purbaya menepis anggapan bahwa insentif akhir tahun hanya sebatas rencana.
Ia menegaskan, seluruh diskon dan subsidi yang diberikan pemerintah sudah diperhitungkan secara nyata dan memiliki dasar anggaran yang jelas.
“Ada diskon betul, itu jangan, enggak pura-pura, itu betulan uangnya dihitung. Uangnya sudah dihitung ya,” kata Purbaya.
Ia mengungkapkan, sejumlah subsidi yang berlaku menjelang akhir tahun sebenarnya telah diumumkan lebih dulu kepada masyarakat.
Baca Juga: Catat! ITS Buka Golden Ticket SNBP 2026, Ini Syarat dan Jadwal Lengkapnya
Program tersebut mayoritas menyasar sektor transportasi yang menjadi tulang punggung mobilitas warga selama libur panjang Natal dan Tahun Baru, mulai dari angkutan umum, kereta api, hingga penerbangan.
“Kan semuanya sudah diumumkan, kan? Subsidi-subsidi untuk apa, angkutan, kereta api, pesawat, kan sudah diumumkan, kan? Itu akan diimplementasikan betul,” ujarnya.
Lebih lanjut, Purbaya menyampaikan bahwa pemerintah masih mempertimbangkan untuk kembali mengumumkan berbagai insentif tambahan.
Baca Juga: Jurusan Kuliah Paling Menjanjikan di Tahun 2026, Peluang Kerja Cepat dan Gaji Kompetitif
Langkah ini dilakukan agar informasi mengenai program subsidi dan diskon dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas sehingga manfaatnya bisa dirasakan secara maksimal.
“Mungkin akan diumumkan lagi supaya masyarakat lebih tahu lagi bahwa akan ada insentif dari pemerintah untuk program anjungan pulang kampung liburan ini,” ucapnya.
Sebagai bagian dari kebijakan tersebut, pemerintah memang telah menyiapkan berbagai stimulus guna meringankan beban masyarakat selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Selain membantu menekan biaya perjalanan, stimulus ini juga ditujukan untuk menjaga kelancaran arus mobilitas yang biasanya melonjak tajam di penghujung tahun.
Salah satu langkah konkret terlihat dari kebijakan PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) yang memberikan potongan tarif tol sebesar 20 persen di sejumlah ruas Tol Trans Jawa.
Kebijakan ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memberikan dorongan ekonomi sekaligus mendukung pergerakan masyarakat selama momen Nataru.
Baca Juga: Incar PKN STAN 2026? Simak Syarat Nilai Rapor dan Cara Daftarnya Sejak Sekarang
Dengan adanya diskon tarif tol serta berbagai subsidi transportasi lainnya, masyarakat diharapkan dapat mengatur perjalanan liburan akhir tahun secara lebih efisien, aman, dan terjangkau.***




