POJOKSATU.id – Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Mamat Rachmat, menekankan pentingnya pemerintah meningkatkan kesejahteraan dan kesetaraan bagi penyandang disabilitas.
Hal ini ia sampaikan dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional yang diperingati pada 3 Desember lalu.
Mamat menyatakan bahwa momentum ini harus menjadi pengingat untuk memperkuat komitmen dalam melindungi dan memberdayakan penyandang disabilitas.
"Peringatan Hari Disabilitas Internasional tahun ini harus kita jadikan sebagai momentum untuk menegaskan kepedulian dan memperkuat solidaritas dalam meletakkan dasar yang kuat bagi perlindungan penyandang disabilitas," ujar Mamat, belum lama ini.
Ia menyoroti prestasi luar biasa yang telah diraih penyandang disabilitas di berbagai bidang, mulai dari olahraga hingga seni.
"Banyak dari mereka yang berprestasi meskipun memiliki keterbatasan. Contohnya, atlet paralimpiade dan peparnas yang mengharumkan nama Indonesia, atau sosok seperti Putri Ariani yang sukses sebagai penyanyi kelas dunia, hingga Dani Aditya sebagai stand-up comedian," ungkapnya.
Menurut Ketua Fraksi NasDem DPRD Jawa Barat itu, para penyandang disabilitas telah membuktikan bahwa keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang untuk mencapai mimpi.
Namun demikian, ia menggarisbawahi bahwa dukungan dari pemerintah dan masyarakat tetap diperlukan agar mereka bisa berkontribusi lebih optimal.
Mamat mendesak pemerintah untuk terus berupaya meningkatkan aksesibilitas, kesetaraan, dan kesempatan bagi penyandang disabilitas di semua aspek kehidupan.
"Saya berharap pemerintah secara terus-menerus meningkatkan kesetaraan, kesempatan, dan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, menjamin akses pendidikan, kesehatan, dan pekerjaan, serta membangun infrastruktur yang ramah disabilitas," tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa diskriminasi terhadap penyandang disabilitas harus dihapuskan. Masyarakat diminta untuk lebih inklusif dan memberikan ruang bagi mereka untuk berkembang.
"Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang mendukung penyandang disabilitas agar mereka dapat hidup mandiri dan produktif," kata Mamat.
Lebih lanjut, ia berharap pemerintah dapat mengalokasikan anggaran yang memadai untuk program-program yang mendukung pemberdayaan penyandang disabilitas.
Menurutnya, kebijakan inklusif harus diterapkan di berbagai sektor, termasuk pendidikan, kesehatan, pekerjaan, dan transportasi.
"Dengan adanya kebijakan yang pro-disabilitas dan infrastruktur yang aksesibel, kita bisa menciptakan lingkungan bebas hambatan bagi penyandang disabilitas," pungkasnya.
Hari Disabilitas Internasional yang diperingati setiap 3 Desember bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap hak-hak, kesejahteraan, dan potensi yang dimiliki penyandang disabilitas.
Peringatan ini juga menjadi pengingat bagi semua pihak untuk terus mendorong terciptanya kesetaraan tanpa diskriminasi.
Sebagai legislator, Mamat berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan dan program yang mendukung penyandang disabilitas di Jawa Barat.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dapat mempercepat terwujudnya kesetaraan dan kesejahteraan bagi seluruh penyandang disabilitas.***



