POJOKSULSEL, WAJO - Kokon atau kepompong ulat sutra kembali diproduksi di Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), setelah 20 tahun vakum.
Produksi kokon bisa kembali dilakukan di Wajo setelah Pemprov Sulsel menyalurkan bantuan 2,5 juta bibit pohon murbei secara berkala sejak tahun 2020, 2022, dan 2023
Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan mulai memberikan bantuan satu juta pohon murbei pada tahun 2020, . Bantuan 500 ribu pohon murbei kembali diberikan ke Kabupaten Wajo pada tahun 2022.
Pemprov Sulsel kembali mengucurkan satu juta bibit pohon murbei pada tahun 2023. Bantuan itu disalurkan melalui bantuan keuangan Pemprov Sulsel.
Selain itu, pada tahun 2023 juga diberikan sarana pendukung berupa rumah ulat dan sumur bor.
"Akhirnya setelah 20 tahun kembali dapat memproduksi kokon sendiri untuk menghasilkan benang sutra asli produksi daerah," kata Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.
Produksi kokon dalam kurun waktu 21 hari atau per periodik bisa menghasilkan 125 kg kokon. Pada periode berikutnya telah dapat menghasilkan 250 kg kokon.
Ia menyebutkan, Pemprov Sulsel terus berupaya mengembalikan kesejahteraan sutra di Kabupaten Wajo. Berbagai program pun terus dihadirkan hingga diberikan bantuan untuk industri persutraan.
Tidak hanya itu, Pemprov Sulsel melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulsel, telah menghadirkan UPTD Pengelolaan Sutra.
UPTD Pengelolaan Sutra membangun rumah produksi pemintalan di Sempange, Pakkana, Kecamatan Tana Sitolo. Rumah produksi itu beroperasi menggunakan mesin pintal otomatis dengan 500 mata pintal dan pompa celup. Rumah produksi itu menghasilkan benang lusi hingga 32 ton per tahun.
Andi Sudirman berkomitmen untuk melakukan pembangunan di Wajo secara bertahap, termasuk melalui inovasi program persutraan untuk kejayaan Sulsel.
(*/pojoksulsel)



