POJOKSATU.id - Suasana di sekitar Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata.
Jakarta Selatan, berubah mencekam pada Kamis malam setelah seorang mata elang tewas dikeroyok beberapa jam sebelumnya.
Kericuhan pecah tak lama setelah kabar kematian korban tersebar.
Baca Juga: Geger di PBNU! Ma’ruf Amin Tegas Tolak Penunjukan Zulfa Mustofa, Ada Apa?
Memicu munculnya aksi balasan berupa pembakaran sejumlah warung dan beberapa unit sepeda motor di kawasan tersebut.
Menurut keterangan polisi, ada sedikitnya enam warung di tepi jalan sekitar kompleks TMP Kalibata yang terbakar.
Titik api berada di beberapa lokasi berbeda dengan jarak yang berdekatan. Sejumlah unit sepeda motor yang terparkir di sekitar warung tersebut juga ikut hangus.
Warga yang berada tak jauh dari lokasi sempat panik dan memilih menutup usaha lebih cepat karena khawatir kerusuhan meluas.
Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Ade Ary Syam mengungkapkan, pihaknya masih menelusuri siapa yang berada di balik aksi pembakaran itu.
Namun, dugaan sementara mengarah pada aksi balasan dari kelompok tertentu yang.
Baca Juga: Wali Kota Bekasi Kantongi Izin Terbang ke Tiongkok, Tanpa Bebankan APBD
Mengetahui korban pengeroyokan merupakan seorang mata elang yang sehari-hari bertugas menarik kendaraan bermasalah.
Polisi menduga ada kelompok lain yang merasa tidak terima atas peristiwa pengeroyokan yang menewaskan korban tersebut.
Kericuhan ini menjadi buntut dari insiden yang terjadi pada Kamis sore, ketika dua mata elang memberhentikan seorang pengendara motor di kawasan Kalibata.
Tak lama kemudian, sebuah mobil yang berada di belakang motor berhenti, dan beberapa orang turun dari kendaraan tersebut. Mereka langsung menyerang dua mata elang itu.
Baca Juga: Geger di PBNU! Ma’ruf Amin Tegas Tolak Penunjukan Zulfa Mustofa, Ada Apa?
Salah satu korban tewas di lokasi akibat luka parah, sementara satu lainnya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Aksi pengeroyokan berlangsung cepat, dan menurut saksi, para pelaku langsung kabur menggunakan mobil yang sama.
Polisi masih memburu mereka dan telah mengamankan sejumlah rekaman CCTV untuk mendalami identitas para pelaku.
Beberapa jam setelah insiden ini, suasana di sekitar Kalibata memanas. Muncul kerumunan massa di sejumlah titik, disusul laporan adanya warung yang terbakar.
Aparat kepolisian dan pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api dan menenangkan warga.
Api berhasil dipadamkan dalam waktu singkat, namun asap hitam sempat terlihat membumbung dari arah tepi jalan TMP Kalibata.
Baca Juga: Geger di PBNU! Ma’ruf Amin Tegas Tolak Penunjukan Zulfa Mustofa, Ada Apa?
Warga sekitar mengaku khawatir kerusuhan akan kembali pecah. Beberapa pemilik warung yang terdampak pembakaran pasrah melihat lapak mereka yang habis terbakar.
Hingga malam hari, polisi masih berjaga di sejumlah akses jalan, terutama di kawasan yang dianggap rawan bentrok.
Peristiwa ini menambah panjang daftar konflik yang melibatkan mata elang dan warga maupun kelompok lain di Jakarta.
Metode penarikan kendaraan di jalanan kerap memicu ketegangan karena dilakukan tanpa koordinasi jelas.
Di sisi lain, aksi main hakim sendiri seperti pengeroyokan dan pembakaran juga mengancam keamanan publik.
Hingga kini, polisi masih terus mengumpulkan keterangan saksi dan memeriksa rekaman CCTV di lokasi pengeroyokan maupun titik kebakaran.
Baca Juga: Wali Kota Bekasi Kantongi Izin Terbang ke Tiongkok, Tanpa Bebankan APBD
Aparat meminta masyarakat untuk tidak terprovokasi dan menghindari tindakan balasan yang bisa memperkeruh keadaan.
Kericuhan di Kalibata menjadi pengingat bahwa gesekan di jalan bisa berkembang menjadi konflik yang lebih besar bila tidak ditangani secara cepat dan tepat.
Polisi menegaskan akan mengusut kedua insiden tersebut hingga tuntas, baik pengeroyokan maupun pembakaran yang menyusul kemudian.***




