POJOKSATU.id – Kecelakaan maut yang melibatkan mobil travel di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap berbagai faktor risiko dalam perjalanan, terutama pada kondisi jalan ekstrem.

Insiden yang terjadi pada Selasa dini hari, 24 Maret 2026, di Desa Manis, Kecamatan Cingambul, menyebabkan enam orang meninggal dunia setelah kendaraan yang ditumpangi terjun ke jurang sedalam sekitar 7 meter.

Mobil travel jenis Isuzu Elf tersebut diketahui mengangkut sekitar 20 penumpang, yang merupakan rombongan keluarga asal Karawang.

Baca Juga: TPG Tidak Cair Karena Data Ganda di Dapodik, Ini Penjelasan Teknis yang Wajib Dipahami Guru dan Cara Membersihkannya

Berdasarkan keterangan di lapangan, kendaraan melaju dari arah Panjalu menuju Cikijing saat kecelakaan terjadi.

Kasat Lantas Polres Majalengka, AKP Pandu Surya Renata, menjelaskan bahwa lokasi kejadian memiliki karakteristik jalan yang cukup berbahaya.

“Jalan dalam kondisi licin, menurun, serta terdapat tikungan tajam di lokasi kejadian,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).

Baca Juga: Dua Orang Pemudik di Aceh Meninggal Dalam Mobil Menyala, Dugaan Gas Kabin Jadi Penyebabnya

Selain faktor medan, kondisi pengemudi juga menjadi sorotan. Polisi menduga sopir berada dalam kondisi mengantuk dan kelelahan saat mengemudi.

Tak hanya itu, terdapat dugaan sistem pengereman kendaraan tidak berfungsi dengan baik sebelum akhirnya mobil meluncur ke jurang.

Kombinasi antara kondisi jalan yang ekstrem, kelelahan pengemudi, serta kemungkinan gangguan teknis kendaraan diduga menjadi faktor utama kecelakaan.

Baca Juga: Data Kepala Sekolah Tidak Valid Ternyata Bisa Menghambat TPG Guru, Ini Fakta yang Jarang Diketahui dan Cara Mengantisipasinya

Dalam video amatir yang beredar di media sosial, terlihat kondisi kendaraan mengalami kerusakan parah di dasar jurang.

Sejumlah penumpang sempat terjebak di dalam kendaraan, sehingga proses evakuasi awal dilakukan oleh warga secara manual sebelum petugas tiba di lokasi.

Korban yang mengalami luka-luka langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis.

Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kecelakaan.

Baca Juga: ASN DKI Masih Bisa WFA, Gubernur Tegaskan Siap-Siap Sanksi Jika Malas Masuk Kantor

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa perjalanan jarak jauh, terutama pada malam hari, memiliki risiko tinggi jika tidak disertai kondisi fisik yang prima dan kendaraan yang layak jalan.

Selain itu, medan jalan yang berliku dan menurun juga membutuhkan kewaspadaan ekstra dari pengemudi.

Dengan meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode arus balik Lebaran, faktor keselamatan menjadi hal yang tidak bisa diabaikan. ***