POJOKSATU.id- Kebijakan terbaru dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), benar-benar mengguncang ruang pemerintahan daerah.
Instruksi yang viral di media sosial itu mewajibkan seluruh bupati, wali kota, camat hingga kepala desa untuk mengunggah rincian anggaran secara terbuka di akun media sosial resmi pemerintah daerah.
Keputusan ini langsung membuat publik heboh karena dinilai sebagai langkah paling progresif dalam upaya transparansi anggaran.
Baca Juga: Scoopy Putih Bikin Warga Jagakarsa Resah, Begal Payudara Beraksi Terekam CCTV
Dalam arahannya, KDM menegaskan bahwa keterbukaan bukan lagi pilihan, melainkan kewajiban mutlak di seluruh tingkatan pemerintahan.
“Anggaran belanja pemerintah di semua tingkatan wajib diumumkan secara terbuka melalui media sosial agar diketahui publik,”
ucapnya dalam video dikutip pojoksatu.id dari jurnal sukabumi 5/1/2025.
KDM menjelaskan bahwa media sosial dipilih sebagai kanal utama karena dapat menjangkau masyarakat secara luas dan cepat.
Warga tak perlu mencari dokumen tebal atau mendatangi kantor desa hanya untuk mengetahui penggunaan dana.
Cukup membuka akun resmi pemerintah daerah, semua laporan anggaran harus sudah terpampang jelas.
Baca Juga: 4 Profesi yang Menjadikan Public Speaking sebagai Senjata Andalan
“Dalam setiap bulan kita wajib menyampaikan capaian kinerja, sehingga publik bisa menilai kinerja dan merasakan apa yang kita lakukan,”
tambah Dedi, menegaskan bahwa publikasi ini harus bersifat rutin.
Instruksi ini bukan hanya menuai sorotan masyarakat, tetapi juga membuat beberapa pejabat daerah kelabakan.
Selama ini, laporan anggaran biasanya hanya dipublikasikan melalui papan informasi atau forum internal pemerintahan.
Kini, semua harus dipindahkan ke ruang digital yang sangat terbuka, di mana ribuan warga bisa langsung memberikan komentar.
Baca Juga: Scoopy Putih Bikin Warga Jagakarsa Resah, Begal Payudara Beraksi Terekam CCTV
Meski sebagian pejabat terlihat belum siap, warga justru menyambut langkah ini dengan antusias. Kolom komentar akun media sosial KDM penuh dukungan.
Banyak yang menilai kebijakan ini dapat menutup celah penyalahgunaan dana publik.
“Setuju, Pak Biar anggaran tidak hilang di jalan,” tulis seorang warga dalam kolom komentar.
Baca Juga: 4 Profesi yang Menjadikan Public Speaking sebagai Senjata Andalan
Pengamat tata kelola pemerintahan juga menilai langkah ini sebagai gebrakan penting yang sejalan dengan perkembangan era digital.
Transparansi anggaran selama ini dianggap masih berjalan lambat karena publik sulit mengakses informasi yang jelas dan akurat.
Dengan unggahan di media sosial, seluruh proses pengawasan menjadi lebih mudah, cepat, dan interaktif.
Baca Juga: Scoopy Putih Bikin Warga Jagakarsa Resah, Begal Payudara Beraksi Terekam CCTV
Kebijakan KDM juga selaras dengan peraturan nasional mengenai kewajiban pemerintah desa mempublikasikan penggunaan Dana Desa.
Bedanya, Jawa Barat kini mendorong keterbukaan yang lebih luas dan bersifat real-time melalui platform digital. Ini dianggap sebagai akselerasi dari standar keterbukaan nasional.
Namun, beberapa analis mengingatkan bahwa pemerintah daerah perlu menyiapkan pola komunikasi yang baik.
Publikasi anggaran tanpa penjelasan bisa menimbulkan salah persepsi.
Mereka menyarankan agar unggahan anggaran dibuat dalam bentuk infografis, disertai penjelasan singkat serta kontak informasi untuk klarifikasi.
Terlepas dari kontroversi yang muncul, langkah KDM tampaknya tidak akan surut.
Baca Juga: Scoopy Putih Bikin Warga Jagakarsa Resah, Begal Payudara Beraksi Terekam CCTV
Ia menegaskan bahwa keterbukaan anggaran adalah bagian dari upaya memperkuat pemerintahan yang akuntabel.
Sejak instruksi itu viral, aktivitas akun resmi pemerintah daerah di Jawa Barat meningkat tajam.
Sejumlah kecamatan dan desa mulai mengunggah rincian anggaran mereka, lengkap dengan rencana kegiatan hingga realisasi belanja.
Baca Juga: Scoopy Putih Bikin Warga Jagakarsa Resah, Begal Payudara Beraksi Terekam CCTV
Keriuhan ini menjadi tanda bahwa kebijakan KDM bukan sekadar imbauan, melainkan gerakan besar yang benar-benar mulai dijalankan.***




