POJOKSATU.ID – Belum lama ini publik tengah dihebohkan dengan insiden kapal terbalik di Perairan Selat Sipora, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.

Bagaimana tidak, dalam insiden tersebut terdapat 18 orang penumpang yang nyaris meninggal dunia usai tenggelam.

Yang mana, salah satu di antaranya disinyalir merupakan seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Mentawai, Isar Taileleu.

Baca Juga: Sosok Isar Taileleu, Anggota DPRD Kepulauan Mentawai Jadi Korban Kapal Terbalik di Perairan Selat Sipora

Usut punya usut, kapal boat yang terbalik di tengah Perairan Selat Sipora itu diduga tidak memiliki izin berlayar.

Sebagaimana yang dikutip Pojoksatu.id langsung dari portal antaranews.com pada Rabu (16/7/2025).

Dalam artikelnya, kapal boat yang berakhir terbalik itu disebut beroperasional secara ilegal lantaran tidak memenuhi syarat yang telah ditentukan.

Baca Juga: Simak 5 Perubahan Krusial Kurikulum di Tahun Ajaran 2025/2026, dari Matematika PAUD hingga Koding

“Lebih parahnya lagi, kapal tersebut tidak mengantongi izin dari pihak Kantor Syahbandar untuk berlayar,” jelas dikutip.

“Padahal, di saat bersamaan atau ketika kapal itu berlayar cuaca dalam kondisi ekstrem,” lanjut laporan artikel.

Perlu diketahui, insiden ini bermula ketika para penumpang hendak melanjutkan perjalanan Sikakap menuju Tuapejat pada Senin (14/7/2025).

Baca Juga: Kerap Dapat Diskriminasi, PGRI Minta Hak Guru PPPK Disetarakan dengan PNS

Namun saat sedang dalam perjalanan, kapal boat bermateriil kayu itu disinyalir mengalami gangguan sekitar pukul 11.00 WIB.

Yang mana, gangguan tersebut berasal dari ketidakseimbangan kapal lantaran mengangkut banyaknya penumpang.

Seperti diketahui, kapal boat itu diketahui hanya diperuntukkan beroperasional hanya mencakup 10 orang saja.

Baca Juga: Hati-hati! Penipuan Berantai Mengincar Calon Peserta PPG: Oknum Mengatasnamakan Panitia, Pimpinan, dan Pengawas

Alih-alih demikian, total penumpang yang ikut berlayar itu justru melebihi kapasitas dari yang seharusnya ditetapkan.

Sebagaimana yang dikonfirmasi langsung oleh Bupati Kepulauan Mentawai, Rinto Wardana Samaloisa.

“Jadi, seharusnya kapal ini bermuatan 10 orang tapi diisi 18 orang sehingga ini menjadi persoalan,” terangnya.

Baca Juga: Solusi Pembayaran Bisnis Pakai Kartu Kredit, Bisa Bayar Vendor Lokal di Transfez

Ditambah, pada saat sedang dalam perjalanan, kondisi cuaca diketahui sedang tidak baik-baik saja alias buruk.

Dengan serentetan permasalahan tersebut, kapal boat bermateriil kayu itu berakhir terbalik saat di tengah perairan. ***

Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:

Versi Android/ Versi iOS

Untuk mendapatkan artikel melalui saluran Whatsapp Pojoksatu.id atau Fanpage Edugov Pojoksatu.id bisa klik link di bawah ini:

Channel Whatsapp/ Fanpage Edugov