POJOKSATU.id, JAKARTA-- Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel), Reda Mantovani, menerima kunjungan Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso dan jajaran pengurus, Kamis (18/7/2024).
Pada kesempatan itu, Reda Mantovani mengapresiasi program kerja LDII, terutama mengenai kebangsaan.
“Ketum LDII menjelaskan kegiatan terdekat, salah satunya adalah Sekolah Virtual Kebangsaan. Menurut kami, ini merupakan program yang brilian mengingat krisis kebangsaan semakin meningkat akibat pengaruh luar, baik dari games maupun ideologi asing,” ujar Reda, Minggu (21/7/2024).
Menurutnya, sekolah Virtual Kebangsaan yang diterapkan LDII bertujuan untuk meningkatkan wawasan kebangsaan para dai dari daerah-daerah.
"Program ini akan membantu para dai memiliki pemahaman kebangsaan yang jelas. Negara yang memiliki visi dan misi kuat terhadap bangsa dan negaranya akan sangat bangga. Saya sangat mengapresiasi rencana tersebut dan akan berupaya semaksimal mungkin untuk mendukungnya,” tambahnya.
Selain itu, pertemuan tersebut juga membahas tentang penegakan hukum dan peran ormas Islam seperti LDII dalam mengedukasi masyarakat.
Di mana LDII telah membantu mengedukasi masyarakat terutama mengenai penegakan hukum.
"Saat ini, LDII sudah bekerja sama dengan Kejaksaan dalam menyosialisasikan upaya-upaya pencegahan pelanggaran hukum,” jelas Reda.
Salah satu contoh kerja sama tersebut adalah kegiatan bersama LDII di Lampung yang berfokus pada sosialisasi anti-bullying. Reda menekankan pentingnya kampanye anti-bullying.
Baca Juga: Banyak Honorer K2 Dekati Pensiun Tapi PP Belum Juga Turun, Korwil Honorer : Jangan Lagi Kami di PHP
“Sosialisasi ini bertujuan untuk mencegah para pelajar melakukan tindakan bullying terhadap teman-teman mereka, karena bisa berdampak pidana dan mempengaruhi masa depan mereka. Minimal, hal ini akan tercatat dalam SKCK,” jelasnya.
Selain itu, ia juga mengapresiasi program Jaksa Masuk Pesantren atau disingkat Jaksa Keren yang didukung oleh LDII.
"Program ini penting untuk menyebarluaskan informasi hukum dan meningkatkan kesadaran hukum di kalangan santri,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Umum DPP LDII, KH Chriswanto Santoso menanggapi positif pertemuan dengan Jamintel yang membahas program-program kebangsaan dan penegakan hukum.
“Kami sangat menyadari pentingnya bekerja sama dengan otoritas seperti Jamintel. Tanpa dukungan dari mereka, usaha kami tidak akan maksimal. Hanya berbicara di dalam rumah tidak akan membawa perubahan yang signifikan,” ujar Chriswanto.
Baca Juga: Keseringan Delay, Penumpang Juluki Super Air Jet Maskapai Super Telat
KH Chriswanto berharap kolaborasi dengan Jamintel dapat memperkuat pelaksanaan program-program yang telah diusulkan.
“Agar program yang sudah disarankan ini bisa berjalan dengan lebih baik lagi, kami berharap kolaborasi dengan Kejaksaan. Harapan kami, kolaborasi ini akan memberikan dampak positif dan kontribusi nyata bagi masyarakat,” jelasnya.
Selama ini, LDII telah bekerja sama dengan kejaksaan dalam berbagai kegiatan penyuluhan hukum.
KH Chriswanto juga menyambut baik program Jaksa Masuk Pesantren atau Jaksa Keren yang mendukung peningkatan kesadaran hukum di kalangan santri.
“Kami sangat mendukung program ini karena sejalan dengan visi kami untuk menciptakan masyarakat yang sadar hukum dan berintegritas," tambahnya.
KH Chriswanto juga mengumumkan rencana kerja sama antara Kejaksaan dan DPP LDII dalam penyuluhan pencegahan stunting.
Menurutnya, kerja sama ini menunjukkan sinergi yang kuat antara berbagai lembaga dalam menghadapi masalah kesehatan masyarakat.
"Insya Allah, kami akan bekerjasama dengan Kejaksaan untuk mengadakan acara penyuluhan pencegahan stunting pada 27 Juli 2024. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan edukasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan membantu mengurangi angka stunting di Indonesia," ujarnya. ***




