POJOKSATU.id, Kota Bandung -  Sekda Jawa Barat, Herman Suryatman, menaruh harapan besar pada Konsorsium Pendidikan Daerah Jawa Barat yang baru dibentuk untuk merancang strategi dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) unggul dan berkualitas guna menyongsong Indonesia Emas 2045.

"Indonesia diproyeksikan menjadi negara maju dalam 20 tahun ke depan, dan persiapan menuju Indonesia Emas 2045 harus dimulai dari sekarang, termasuk di Jawa Barat," ujar Herman dalam arahannya pada Rapat Koordinasi Pembentukan Konsorsium Pendidikan Daerah Jawa Barat di El Hotel, Bandung, Rabu (11/9/2024).

Herman menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen menjadi garda terdepan dalam mempercepat pencapaian visi Indonesia Emas 2045.

Salah satu langkah strategisnya adalah bermitra dengan Konsorsium Pendidikan Daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Baca Juga: Latihan SOAL CPNS 2024, Tes Karakteristik Pribadi (TKP) 30 Kumpulan Soal dan Jawaban - BAGIAN 1, Menguji Komponen PELAYANAN PUBLIK

Konsorsium Pendidikan Daerah ini melibatkan berbagai elemen pendidikan, termasuk persatuan guru dan guru penggerak, yang berkolaborasi untuk mengatasi tantangan dalam dunia pendidikan.

"Kami ingin Jawa Barat menjadi yang terdepan dalam mengakselerasi visi besar Indonesia Emas 2045, dengan pendidikan sebagai kuncinya," kata Herman.

Menurutnya, pendidikan yang dikelola dengan baik akan menghasilkan generasi penerus yang siap menjadi penggerak utama pembangunan.

"Sulit rasanya mewujudkan Indonesia Emas tanpa dukungan SDM yang memadai, dan di sinilah pendidikan menjadi faktor penentu," tambahnya.

Herman berharap Konsorsium Pendidikan dapat berperan sebagai katalisator dan wadah untuk bertukar ide serta visi dalam membentuk pola pembelajaran yang efektif.

Baca Juga: Hong Kong Open 2024: Jojo dan Ginting Lolos, Chico Dipermalukan Pemain Ranking 122 Dunia

"Kami berkomitmen menjadikan konsorsium ini sebagai media berbagi dan diskusi untuk menemukan solusi terbaik bagi pendidikan," ujar Herman.

"Dalam istilah Sunda, ini tempat untuk 'ngadu bako' duduk bersama dan membahas bagaimana memajukan pendidikan," tutupnya.***