POJOKSATU.ID – Belum lama ini sosok hakim Pengadilan Tinggi (PT) Pontianak Isnurul Syamsul Arif tengah ramai diperbincangkan.

Pasalnya, Isnurul Syamsul Arif disebut sosok hakim yang asal tebang melalui tuntutan ketentuan hukum.

Seperti diketahui, dirinya telah memberikan vonis bebas kepada Warga Negara (WN) China Yu Hao meski terbukti tambang emas ilegal sebanyak 774 kg di kawasan Kalimantan Barat.

Baca Juga: Dramatis Mirip Adegan Film, DIKEPUNG Tentara dan Pasukan Elite Polisi, Buronan TNI Sertu Hendri LOLOS, Lari Lewat Gorong-gorong, Begini Kejadiannya

Tidak heran, harta kekayaan Isnurul Syamsul Arif sontak ramai disorot publik usai memvonis bebas pelaku tindak pidana.

Bukan main, total kekayaan yang dimiliki hakim PT Pontianak ini nyaris menyentuh angka Rp10 miliar.

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari laman Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada Kamis (16/1/2025).

Baca Juga: Tak Takut Hujan! Berikut Pilihan Maskara Waterproof Anti Badai untuk Tampilan Tahan Lama

Dalam laporannya, harta kekayaan milik Isnurul tercantum sebesar Rp9,6 miliar dengan berbagai kepemilikian aset.

Salah satunya, aset berupa tanah dan bangunan milik Isnurul disinyalir mencapai Rp5,2 miliar sejak (10/2024) silam.

Kemudian, beberapa kendaraan berupa sepeda motor hingga unit mobil yang ditaksir mencapai Rp592 juta.

Baca Juga: Profil Isnurul Syamsul Arif, Hakim yang Vonis Bebas WN China Yu Hao Meski Terbukti Tambang 774 Kg Emas Ilegal di Kalbar

Terlebih, harta kekayaan milik Isnurul lainnya yang termasuk ke dalam harta bergerak hingga kas senilai Rp3,7 miliar.

Tidak heran, harta kekayaan milik Wakil Ketua PT Pontianak ini ramai disorot publik usai memvonis bebas WN China.

“Dari tatapannya terindikasi sangat mengenal fungsi utama duit dan fungsi turunan duit,” cuitan akun @DermagaGarely.

Baca Juga: Kebakaran Besar Terjadi di Glodok Plaza, Petugas Kesulitan Padamkan Kobaran Api

“Pak beritahu rakyat alasan bapak membebaskan maling emas 774 kg pake bahasa yang mudah dimengerti sama rakyat yah pak?,” ketik @WahyudiXdam.

“Virus suap lebih berbahaya dari virus covid, belum ditemukan anti virusnya. Hanya kesialan yang bisa menghentikannya,” dt_madhan. ***