POJOKSATU.id - Indonesia dan Turkiye pekuat kemitraan melalui kerja sama kebudayaan usai Menteri Kebudayaan Fadli Zon melakukan pertemuan bilateral degan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Turkiye, Yang Mulia Mehmet Nuri Ersoy, di Ankara.

Kerja sama ini terwujud di sela kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Turkiye menandai peringatan 75 tahun hubungan kedua negara.

Salah satu hasil utama dari kunjungan kenegaraan ini adalah penandatanganan kesepakatan bersama di bidang kebudayaan.

Keja sama ini menjadi landasan bagi kolaborasi jangka panjang antara Indonesia dan Turkiye yang sedianya akan ditandatangani pada 10 April 2025.

Baca Juga: Riset Situs Gunung Padang Dilanjutkan, Fadli Zon Akan Undang Arkeolog dari Berbagai Mazhab, Ali Akbar Harapkan Ada Pemugaran

Pertemuan Menteri Kebudayaan Indonesia dan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Turkiye ini menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat hubungan bilateral antara kedua negara di bidang kebudayaan.

Dalam kesempatan itu, Fadli Zon menegaskan komitmen Indonesia dalam mempererat hubungan sejarah dan budaya kedua negara yang telah terjalin sejak masa Kekaisaran Ottoman dan Kesultanan Aceh pada abad ke-16.

Fadli Zon menyatakan, bukti nyata interaksi budaya antara kedua negara ditemukan dalam berbagai artefak dan manuskrip.

Si antaranya koin emas kuno yang ditemukan di Gampong Pande, Aceh, yang tertera nama Sultan Aceh, Alaudin Riayat Syah Al-Kahar, serta Sultan Ottoman, Suleiman I.

Baca Juga: Wajah Baru Menteri, Fadli Zon, Sosok Lama yang Sudah Dikenal, Jadi Menteri Kebudayaan di Kabinet Prabowo

"Temuan lainnya termasuk ratusan koin dari Dinasti Umayah dan Abasiyah yang ditemukan di situs Bukit Bongal, Sumatera Utara, serta makam tokoh kerajaan Ottoman di Aceh, seperti Muthalib Ghazi bin Mustafa Ghazi di Bitai," ungkap Fadli.

Kedua negara juga sepakat membangun upaya kolaboratif dalam bidang kebudayaan untuk memperkuat hubungan bilateral.

Termasuk produksi film bersama yang menceritakan tentang Kekaisaran Ottoman dan Kesultanan Aceh, pameran lukisan bersama, serta pembangunan rumah budaya Indonesia di Turki.

Selain itu, kedua negara yang memiliki populasi Muslim yang sangat besar ini juga memiliki banyak peluang untuk bekerja sama dalam bidang Warisan Budaya Takbenda.

"Diantaranya seperti tradisi iftar, kaligrafi, dan majelis, yang bisa didorong untuk masuk dalam daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO," tuturnya.

 

Bela Palestina

Terkait dengan situasi krisis kemanusiaan yang terjadi di Palestina, Fadli Zon menegaskan penghancuran situs-situs sejarah dan warisan budaya Palestina oleh Zionis Israel adalah sebuah tindakan genosida yang sangat keji dan tidak berperikemanusiaan.

"Indonesia dan Turki sepakat untuk terus mendukung kemerdekaan Palestina, termasuk melalui upaya kebudayaan, serta menentang penghancuran identitas dan warisan budaya Palestina," tambah dia.

Baca Juga: Presiden Prabowo Lanjutkan Misi Perdamaian di Timur Tengah, Singgah ke Mesir dan Qatar, Ada Apa?

Fadli Zon berharap, penandatanganan kesepakatan bersama di bidang kebudayaan antara Indonesia dan Turkiye ini dapat mendorong pelestarian warisan budaya, kolaborasi seni, serta pengembangan kapasitas dalam manajemen talenta budaya, sastra, dan seni kontemporer, termasuk film, musik, dan budaya digital.

Sebab menurutnya, kerja sama bilateral di bidang kebudayaan menjadi langkah strategis dalam memperkuat hubungan Indonesia dan Turkiye.

"Tidak hanya melalui pertukaran seni, tradisi, dan nilai-nilai budaya, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat hubungan diplomatik kedua negara."

Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:

VERSI ANDROID

VERSI iOS

"Dengan memanfaatkan potensi kebudayaan masing-masing, kedua negara dapat membangun kemitraan yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” tutup Fadli Zon.***