POJOKSATU.ID – Fenomena tindak kekerasan kini kembali terjadi di ruang lingkup pendidikan kawasan Cimarga, Lebak, Banten.

Yang mana, Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 1 Cimarga, Dini Fitria dipolisikan oleh salah satu orang tua murid.

Bukan tanpa sebab, hal ini terjadi lantaran Kepsek SMAN 1 Cimarga tersebut diduga tampar muridnya berinisial ILP (17).

Baca Juga: Festival Karang Kabua 2025, Andra Soni Ajak Warga Jaga Budaya dan Laut Banten Selatan

Dikarenakan, murid kelas 12 itu disinyalir ketahuan merokok saat sedang berada di ruang lingkup sekolah.

Sebagaimana dilansir Pojoksatu.id dari akun media sosial platform Facebook milik Afayah pada Senin (13/10/2025).

Dalam unggahannya, Dini yang berakhir dipolisikan ini mengaku bahwa insiden terjadi tepat saat sekolah menggelar agenda bersih-bersih.

Baca Juga: SIAP-SIAP Cek Rekening! Ini Bocoran Tanggal Pencairan TPG Triwulan III untuk SKTP Terbit 6 Oktober 2025!

Namun, saat agenda tersebut sedang berjalan, Kepsek SMAN 1 Cimarga mendapati ILP tengah asyik mengisap rokok di sebuah warung dekat sekolah.

Menyikapi hal tersebut, Dini dengan sigap memanggil yang bersangkutan untuk segera menghampirinya.

“Jumat Bersih itu bagian dari rangkaian kegiatan pembentukan karakter para siswa. Saya lihat dari jarak sekitar 20-30 meter, ada asap rokok di tangan anak itu,” jelasnya.

Baca Juga: Tahap Kedua Penarikan Data TPG 2025 Dimulai, Guru Diminta Pastikan Dapodik Valid

“Saya panggil dengan suara agak keras, karena jaraknya cukup jauh. Anak itu langsung lari,” lanjut Dini.

Usai sempat kabur, ILP diketahui menghadap ke Kepsek SMAN 1 Cimarga untuk memberikan penjelasan.

Dalam pengakuannya, dirinya tidak mengaku mengisap rokok meski sudah ketahuan dengan mata kepala Dini sendiri.

Baca Juga: BKN Tarik Data 10 Oktober, Tapi Info GTK Masih 02? Ini Penjelasan dan Solusinya

Merasa dibohongi, Kepsek SMAN 1 Cimarga itu dengan spontan langsung menampar yang bersangkutan.

“Saya kecewa bukan karena dia merokok, tapi karena tidak jujur. Saya spontan menegur dengan keras, bahkan sempat memukul pelan karena menahan emosi,” terangnya.

“Tapi saya tegaskan, tidak ada pemukulan keras,” lanjutnya saat dimintai keterangan oleh awak media.

Baca Juga: Makna di Balik 18 Digit Nomor Induk PPPK Paruh Waktu 2025, Ini Penjelasannya

Setelah insiden itu terjadi, sejumlah siswa yang tidak terima dengan perlakuan Dini sontak melakukan aksi mogok sekolah.

Berdasarkan informasi dihimpun, pada dini hari, sebanyak ratusan murid SMAN 1 Cimarga tidak hadir tanpa alasan.

Sementara itu, Tri Indah Alesti selaku orang tua ILP yang tidak terima anaknya ditampar langsung membuat laporan ke pihak kepolisian.

Baca Juga: Bupati Cianjur Wahyu Ferdian Anggarkan Miliaran untuk Peternakan, Apa Kabar Jalan yang Makin Menggemaskan

“Saya datang ke polres lebak untuk melaporkan kepala sekolah SMAN 1 Cimarga yang sudah melakukan kekerasan kepada anak saya,” terangnya.

Indah pun menambahkan, bahwa anaknya yang jadi korban penganiayaan tidak hanya sekadar ditampar.

Melainkan, putranya yang sudah duduk di bangku kelas 12 itu juga ditendang oleh kepsek di bagian kaki.

Baca Juga: Mie Gacoan Bantah Pungli Rekrutmen Tenaga Kerja di Karawang

“Kejadiannya di dalam lingkungan sekolah saat kegiatan jumat bersih (jumsih) anak saya di tendang bagian kaki di tampar bagian wajah saat di bawa ruangan,” jelasnya.

“Juga melontarkan kata kata kasar yang di pantas di ucapkan oleh seorang guru,” lanjutnya tepat saat anaknya dikabarkan jadi korban penganiayaan.

Diketahui, laporan itu disampaikan Indah lantaran Kepsek SMAN 1 Cimarga disebut tidak hanya sekali melakukan tindak kekerasan.

Baca Juga: Terekam CCTV Sosok Pria Selingkuhan Wanita Hamil Tewas di Hotel Palembang, Wajah Masih Muda

Sebaliknya, sudah banyak murid dari sekolah yang sama juga menjadi korban penganiayaan oleh Dini sendiri.

“Saya juga mendengar kata dari anak saya bahwa perlakuan kekerasan bukan kali ini saja tetapi juga sering kepada murid yang lain,” ungkapnya.

“Saya berharap oknum kepala sekolah yang melakukan kekerasan terhadap murid tidak lagi di tempatkan di sekolah SMAN 1 Cimarga,” lanjutnya. ***