POJOKSATU.id - Viral di media sosial, percakapan soal bantuan bencana di Sumatera Utara kembali memanas.
Setelah muncul sindiran dari salah satu pejabat DPR yang menyinggung soal nominal donasi hingga menyebut angka Rp10 miliar.
Warganet langsung ramai mengaitkannya dengan salah satu influencer yang sedang banyak diperbincangkan, Ferry Irwandi.
Namun situasinya justru semakin menarik ketika Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tiba-tiba muncul memberikan pernyataan yang berbalik arah dari nada sindiran sebelumnya.
Alih-alih mengkritik, Gibran justru memberi pembelaan terbuka kepada para influencer yang turun langsung membantu korban bencana di Sumut.
“Gerakan warga bantu warga seperti yang dilakukan oleh banyak lembaga sosial, komunitas, hingga individu seperti Saudara Ferry Irwandi."
Baca Juga: 6 Rekomendasi Film dan Series Vidio Akhir Tahun 2025, Sajian Lengkap Buat Temani Liburan
"Praz Teguh, Willie Salim, dan lainnya merupakan aksi nyata dari semangat gotong-royong dan kepedulian sosial yang sejak lama menjadi kekuatan bangsa kita,”
ujar Gibran dilansir pandemictallk., Selasa (9/12).
Pernyataan itu langsung menyulut gelombang reaksi baru. Timeline media sosial berubah drastis dalam hitungan menit.
Banyak yang mengaku terkejut, karena justru Wapres-lah yang pertama kali tampil membela para influencer yang selama ini menjadi sasaran kritik.
Sebagian warganet menilai langkah Gibran tepat, karena bantuan dari influencer selama ini terbukti cepat, transparan, dan langsung menyasar kebutuhan warga di lapangan.
Namun tidak sedikit pula yang merasa heran dan mempertanyakan timing pernyataan tersebut. Komentar bernada ragu mulai bermunculan.
Ada yang menyindir, “Kok jadi begini? Ada apa sebenarnya?”
Ada pula yang menuliskan bahwa pernyataan itu terasa telat, terutama setelah beberapa hari sebelumnya ruang digital sudah dipenuhi berbagai spekulasi dan ketegangan.
Meski begitu, kubu pembela Gibran juga tak kalah vokal.
Mereka menilai bahwa dalam situasi darurat, dukungan terhadap siapapun yang mau bekerja dan membantu seharusnya didorong, bukan malah dijatuhkan.
Terlebih, influencer seperti Ferry Irwandi, Praz Teguh, dan Willie Salim memang terlihat berada di lokasi bencana.
Mengerahkan logistik, membuka donasi, dan berinteraksi langsung dengan warga terdampak.
Narasi inilah yang kemudian menjadikan pernyataan Gibran terasa penting.
Banyak yang menilai langkah tersebut seperti “menyejukkan” suasana yang sempat panas.
Sekaligus mengingatkan bahwa gerakan sosial lintas komunitas sudah menjadi bagian dari ekosistem bantuan bencana di Indonesia sejak lama.
Di sisi lain, warganet tetap saja memecah diri menjadi dua kubu yang applauding dan yang tetap curiga.
Diskusi pun semakin melebar. Ada yang menyoroti kultur gotong-royong digital yang kini berkembang di tengah dominasi platform media sosial.
Ada pula yang menegaskan bahwa transparansi donasi jauh lebih penting ketimbang siapa yang memberi.
Di tengah silang pendapat itu, topik mengenai bantuan influencer di Sumut semakin viral dan memancing perdebatan panjang yang belum terlihat mereda.
Satu hal yang pasti drama bantuan bencana ini menunjukkan betapa cepatnya percakapan publik berubah arah.
Baca Juga: Pleno Tanpa Ketum, Tanpa Tanfidziyah! Gus Yahya Meledak: Keputusan Ini Tidak Sah
Dari sindiran pejabat, dukungan Wapres, hingga reaksi warganet yang terbelah, semuanya tumpah dalam satu panggung besar bernama media sosial
Dan tampaknya cerita ini belum akan selesai dalam waktu dekat.***




