POJOKSATU.id — Seorang penghulu dari Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin, Sarnubi, meninggal dunia setelah menikahkan pasangan pengantin di Desa Kuala Puntian, Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin.

Peristiwa ini terjadi pada Jumat (7/2/2025), ketika Sarnubi tengah menjalankan tugasnya sebagai penghulu.

Prosesi ijab kabul berlangsung dengan lancar, dan seluruh rangkaian acara telah dilaksanakan sesuai ketentuan.

Namun, tidak lama setelah prosesi selesai, Sarnubi tiba-tiba tertunduk di meja ijab kabul.

Baca Juga: Rika Pengantin Wanita di Lampung, Berharap Menikah Sejak Tiga Tahun Lalu, Tulis Pesan untuk Suami, Minta Agar Bertahan Versi Terbaiknya,

Dalam rekaman video yang beredar, terlihat bahwa pengantin pria, orang tua mempelai, dan para saksi masih belum menyadari bahwa sesuatu telah terjadi pada Sarnubi.

Saat pengantin perempuan hendak keluar dari kamar, seorang laki-laki yang berada di dalam ruangan akad nikah mendekati dan menyentuhnya.

Pada saat itulah, semua orang di ruangan baru menyadari bahwa Sarnubi telah meninggal dunia.

Menurut informasi yang dihimpun, warga Desa Kuala Puntian mengetahui kejadian tersebut setelah akad nikah pasangan Ardi dan Sri Darmayanti, yang berlangsung sekitar pukul 15.30.

Saat prosesi pernikahan mendekati akhir, Ustad Sarnubi tertunduk dan tidak menunjukkan tanda-tanda pergerakan.

Baca Juga: Viral Pengantin Wanita Meninggal Usai Ijab Kabul, Janur Kuning Diganti Bendera Kuning

Seorang warga yang menyentuhnya memastikan bahwa beliau telah meninggal dunia.

"Dari prosesi semuanya sudah berjalan lancar. Tinggal tanda tangan, tetapi tiba-tiba Ustad Sarnubi ini tertunduk dan tak bergerak lagi," ujar Kiman, seorang warga Desa Kuala Puntian.

Warga yang berada di lokasi segera berupaya memberikan pertolongan dengan membawa Sarnubi ke bidan terdekat.

Baca Juga: VIRAL Remaja 16 Tahun Laporkan Ayah Kandung ke Polisi, Ungkap Bertahun-tahun DITELANTARKAN, Demi Uang Saku Dagang Gorengan Sebelum Pergi Sekolah

Namun, setelah pemeriksaan, bidan memastikan bahwa Sarnubi telah meninggal dunia.

"Tadi sudah dimakamkan di pemakaman Desa Kuala Puntian, karena beliau merupakan warga Kuala Puntian," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Depag) Kabupaten Banyuasin, Saibi, ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa yang meninggal dunia adalah petugas P2UKD dari Kecamatan Tanjung Lago.

"Kalau secara kronologis kami tidak tahu pasti. Tetapi memang beliau adalah P2UKD di Tanjung Lago," ujarnya singkat. ***