POJOKSATU.id – Fenomena air jernih yang memancar dari sebuah sinkhole di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak viral dan membuat warga berbondong-bondong mengambil air untuk diminum.

Tidak sedikit yang percaya air itu memiliki khasiat khusus, bahkan dianggap mampu menyembuhkan penyakit.

Namun di balik keramaian itu, hasil uji laboratorium justru mengungkapkan fakta mencengangkan air yang diburu warga tersebut mengandung bakteri E. coli dan coliform dalam kadar cukup tinggi.

Baca Juga: Lurah Plawad Ajak Warga Kolaborasi di Momen Isra Mi’raj

Sinkhole yang berada di Nagari Situjuah Batua itu awalnya muncul secara tiba-tiba dan dianggap fenomena langka.

Airnya terlihat sangat jernih, mengalir tenang, dan tidak berbau cukup untuk membuat warga yakin bahwa air tersebut aman dikonsumsi.

Beberapa video yang beredar di media sosial menunjukkan warga meminum langsung dari sumber air, sementara lainnya mengisi jeriken untuk dibawa pulang.

Baca Juga: Usai Pemilihan, Idha Wijaya Ajak Warga RW 08 Bangun Kerukunan

Namun pemerintah daerah bergerak cepat. Dinas Kesehatan Limapuluh Kota melakukan pengambilan sampel dan memeriksanya di laboratorium.

Hasilnya, air sinkhole ini positif mengandung bakteri E. coli serta coliform, indikator kuat adanya kontaminasi feses.

Kondisi ini membuat sumber air tersebut dinyatakan tidak layak dikonsumsi tanpa pengolahan.

Baca Juga: Tunjangan Sertifikasi Guru Peserta PPG Segera Cair Lewat Sistem Baru, Simak Penjelasannya

Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko, turun langsung ke lokasi pada Minggu (11/1/2026) sore untuk memberikan imbauan keras kepada warga.

Dengan pengeras suara, ia menyampaikan peringatan tegas agar masyarakat tidak sembarangan meminum air yang tampak jernih itu.

“Jadi menurut hasil kajian Badan Geologi dan dari Dinas Kesehatan, air ini mengandung bakteri yang cukup tinggi.

Kalau bisa tolong jangan diminum air secara langsung, kecuali setelah dimasak,” seru Vasko dikutip pojoksatu.id dari rr.co.id 11/1/2026

Epidemiolog juga mengingatkan bahwa kejernihan air bukan jaminan bebas bakteri. Banyak kasus menunjukkan air yang tampak bening justru menyimpan patogen berbahaya.

Baca Juga: Menjelang Peresmian Nasional, Mensos Lihat Langsung Dampak Sekolah Rakyat di Kalsel

Paparan bakteri E. coli berpotensi menyebabkan gangguan pencernaan, diare, muntah, hingga infeksi lebih serius jika dikonsumsi berulang.

Meski demikian, sebagian warga mengaku telanjur percaya air itu membawa manfaat. Ada yang merasa tubuh lebih ringan, ada pula yang mengaku penyakitnya membaik.

Pakar kesehatan menekankan bahwa sensasi tersebut lebih mungkin berasal dari sugesti, bukan dari kualitas air itu sendiri.

Baca Juga: Tunjangan Sertifikasi Guru Peserta PPG Segera Cair Lewat Sistem Baru, Simak Penjelasannya

Saat ini pemerintah daerah terus mengimbau agar masyarakat tidak lagi mengambil atau meminum air dari sinkhole sebelum ada kejelasan lebih lanjut dari pemeriksaan lanjutan.

Badan Geologi juga tengah mengkaji struktur tanah dan sumber kontaminasi untuk memastikan apakah fenomena ini berkaitan dengan pergeseran tanah atau adanya rembesan dari sumber lain.

Fenomena ini menjadi pengingat penting bahwa apa yang viral di media sosial sering kali perlu diuji ulang dengan pendekatan ilmiah.

Baca Juga: Usai Pemilihan, Idha Wijaya Ajak Warga RW 08 Bangun Kerukunan

Air jernih yang memukau tidak selalu aman.

Masyarakat diminta lebih waspada dan menghindari konsumsi air langsung dari sumber yang belum terverifikasi keamanannya.***