POJOKSATU.id - Engga ada yang benar-benar siap menghadapi ujian praktik SIM, meski sudah berhari-hari latihan.
Ada saja rasa tegang yang muncul saat pertama kali memasuki lintasan, apalagi ketika puluhan pasang mata ikut memperhatikan dari kejauhan.
Namun suasana di Satpas Singosari, Kabupaten Malang, pada Jumat (21/11/2025), berubah jauh lebih mencekam dari biasanya.
Bukan karena antrean panjang atau peserta yang gagal parkir paralel, melainkan karena sebuah mobil ujian tiba-tiba terguling di tengah lintasan kejadian yang jarang.
Bahkan hampir tak pernah dibayangkan bakal terjadi di lokasi ujian SIM.
Insiden itu langsung menyita perhatian semua orang di area Satpas.
Baca Juga: Siap Hadapi CPNS 2026, Ini Materi SKD dan Tips Belajar hingga Strategi Lulus Seleksi
Peserta lain yang sedang menunggu giliran mendadak berdiri dari kursinya, sementara petugas yang berjaga reflex berlari menghampiri lintasan.
Mobil putih yang digunakan untuk ujian tampak miring di sisi kiri, dengan beberapa bagian body ringsek akibat benturan keras.
Suasana yang semula tenang berubah menjadi kepanikan singkat.
Baca Juga: Mengapa Harus Ada Internet Rakyat? Publik Pertanyakan Peran Telkomsel yang Sudah Menjangkau 3T
Pengemudinya seorang peserta ujian yang wajahnya pucat tapi masih sadar segera dievakuasi oleh petugas.
Meski terlihat syok berat, ia beruntung tidak mengalami luka serius.
Setelah dipastikan aman, peserta itu akhirnya bersedia memberikan penjelasan tentang apa yang sebenarnya terjadi di balik kemudi.
Ia mengaku bahwa sejak awal masuk lintasan, rasa grogi sudah menguasai dirinya.
Ini adalah pertama kalinya ia mengikuti ujian praktik resmi, dan tekanan mentalnya semakin besar melihat suasana Satpas yang cukup ramai.
Dalam kondisi seperti itu, sedikit kesalahan saja bisa berkembang menjadi masalah besar.
Masalah pertama muncul ketika mesin mobil tiba-tiba mati di tengah lintasan.
Hal ini sebenarnya sering dialami pemula, terutama saat belum mahir mengatur pedal kopling.
Namun bagi seseorang yang sedang diliputi rasa panik, kejadian kecil itu terasa seperti bencana.
Saat mencoba menghidupkan mesin kembali, ia kehilangan fokus dan koordinasi.
Niatnya ingin menginjak rem atau kopling, tetapi kakinya justru menekan pedal gas dengan sangat dalam.
Baca Juga: Mengapa Harus Ada Internet Rakyat? Publik Pertanyakan Peran Telkomsel yang Sudah Menjangkau 3T
Ketika mesin menyala, mobil langsung melonjak cepat tanpa kendali. Benturan keras pun tak terhindarkan.
Mobil menghantam pembatas lintasan, oleng, dan akhirnya terguling ke samping.
Meskipun terlihat dramatis, keajaiban kecil terjadi tidak ada korban jiwa maupun luka berat.
Peserta hanya mengalami memar ringan dan shock, sementara tidak ada orang lain yang berada di jalur lintasan saat kecelakaan terjadi.
Mobil inventaris Satpas mengalami kerusakan cukup parah, namun masih dapat diperbaiki.
Setelah suasana kembali tenang, petugas memberikan kesempatan kepada peserta tersebut untuk menenangkan diri.
Tentu saja, rasa percaya dirinya dipastikan membutuhkan waktu lama untuk pulih sebelum berani mengulang ujian.
Insiden ini sekaligus menjadi pengingat bahwa ujian SIM bukan hanya soal kemampuan mengemudi, tetapi juga kesiapan mental.
Perasaan grogi, sesuatu yang dianggap sepele, ternyata bisa menyebabkan kejadian yang jauh lebih besar dari yang dibayangkan.***




