POJOKSATU.id, JAKARTA-- Pihak kepolisian kembali mengungkap fakta terbaru terkait kasus pembunuhan berantai yang dilakukan Wowon, Duloh dan Dede Solehudin, di Bekasi dan Cianjur.

Hasil pemeriksaan mendalam tim penyidik, ternyata ada perselingkuhan Duloh dengan istrinya Wowon.

Duloh diketahui menjalin hubungan asmara dengan istri Wowon bernama Ai Maemunah.

Hubungan asmara Duloh itu baru terungkap usai keduanya dilakukan pemeriksaan intensif oleh penyidik.

Kepada penyidik, Duloh pun mengaku bahwa dirinya sempat menjalin asmara di belakang Wowon.

Baca Juga :

Ternyata 1 Anak Wowon si Penjagal Lolos dari Pembunuhan Berencana Bekasi Berkat Firasat Ini

"Ternyata Duloh selingkuh dengan Ai Maemunah," kata Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Panjiyoga kepada wartawan, Sabtu (21/1/2023).

AKBP Panjiyoga belum bisa membeberkan secara detail perselingkuhan Duloh dengan Ai Maemunah.

Namun dalam informasi yang dihimpun, Wowon sempat sakit hati kepada Ai Maemunah lantaran dirinya tidak dirawat oleh Ai saat Wowon dirawat di rumah sakit.

Sakit hati Wowon itu pun sempat dicurhati kepada Duloh. Atas kekecewaan itulah, Wowon menyuruh Duloh untuk membunuh Ai Maemunah.

Seperti diketahui, Polda Metro Jaya telah manangkap tiga pelaku kasus keracunan di Bekasi.

Dari hasil pemeriksaan, salah satu pelaku bernama Wowon alias Aki (60) telah membunuh 9 orang.

Dari 9 orang itu kebanyakan sudah menjadi kerangka, pasalnya pembunuhan yang dilakukan pelaku dalam waktu yang sudah lama.

Dimana 9 orang yang telah dibunuh Wowon alias Wawan, awalnya pihak kepolisian menemukan 4 kerangka mayat di daerah Cianjur, kemudian satu dalam proses pencarian.

Sementara itu, satu korban di Garut, Jawa Barat sempat dibuang ke laut, namun korban pun akhirnya ditemukan dan dikuburkan dengan sewajarnya.

Dan terbaru, tiga korban di Bekasi bernama Ai Maimunah (40) yang diketahui merupakan istri Wowon, Ridwan Abdul Muiz (20) dan Muhammad Riswandi (16) yang merupakan anak Ai Maimunah.

"Di Cianjur ada 4 kerangka, kemudian ada pengakuan tersangka satu kerangka lain dalam pencarian. Di Garut ada satu orang dikubur setelah sebelumnya dibuang ke laut dan di Bekasi 3 orang," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran di PMJ, Jakarta Selatan, Kamis (19/1/2023).(firdausi/pojoksatu)