POJOKSATU.ID – Kasus SDN 1 Kenayan, Tulungagung, Jawa Timur belakangan ini ramai disorot publik.
Bagaimana tidak, hal ini terjadi usai sejumlah siswa dari sekolah tersebut dinilai mencoreng nama baik institusi pendidikan.
Sebab, siswa kelas 6 itu viral tengah berjoget sambil sawer seorang biduan saat acara perpisahan sekolah.
Baca Juga: Wali Kota Bandung Buka Peluang Negosiasi Soal Cimindi dan Andir: Asal Sesuai Hukum, Santai Saja
Mengetahui hal ini, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tulungagung Asmungi turut menanggapi fenomena tersebut.
Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari portal media radartulungagung.jawapos.com pada Senin (23/6/2025).
Dalam artikelnya, Asmungi turut prihatin atas peristiwa yang telah mencoreng nama SDN 1 Kenayan.
Baca Juga: Wali Kota Bandung Tegaskan Larangan Jual-Beli Kursi Jelang SPMB, Minta Media Kawal Titipan Pejabat
“Sangat memprihatinkan. Apa yang terjadi di SDN 1 Kenayan bukan sekadar hiburan, tapi simbol kelengahan dalam mendidik akhlak anak,” jelasnya.
Menurut anggota DPRD Tulungagung tersebut, kasus yang terjadi mencerminkan bobroknya kualitas karakter murid.
Oleh karena itu, dirinya menilai bahwa sekolah tidak hanya sebagai wadah mengemban ilmu pendidikan saja.
Baca Juga: KONI Kota Bekasi Tunggu Kajian Inspektorat Terkait Silpa Dana Hibah
Melainkan, aspek-aspek lainnya seperti moralitas karakter para siswa SDN 1 Kenayan juga harus ikut dipertimbangkan.
“Sekolah tidak cukup hanya mengajar di ruang kelas. Pendidikan karakter dan akhlak harus berjalan beriringan dengan pembelajaran akademik,” terangnya.
“Kalau sampai siswa berseragam sekolah bisa melakukan hal seperti itu, berarti pendidikan akhlaknya belum berhasil. Ini harus jadi tamparan bagi semua pihak,” lanjutnya.
Seperti diketahui sebelumnya, sejumlah siswa yang terekam tengah nyawer seorang biduan itu dikonfirmasi duduk di bangku kelas 6.
Yang mana, mereka merayakan acara perpisahan di ruang lingkup sekolah dengan mengundang seorang biduan.
Bukan main, orang tua murid yang menyaksikan aksi tersebut ternyata tidak hanya sekadar menonton saja.
Baca Juga: Aturan Baru Tunjangan Profesi Guru Resmi Terbit, Ini Detailnya
Berdasarkan informasi dihimpun, mereka juga tampak mendukung anak-anaknya dalam aksi joget bersama biduan.
Hal ini dibuktikan dalam unggahan video beredar, salah satu orang tua murid tampak memberikan selembaran uang kepada anaknya.
Yang mana, uang itu dipergunakan sejumlah siswa SDN 1 Kenayan kelas 6 untuk nyawer biduan tersebut.
Baca Juga: Tunjangan Khusus Guru PNS Ditetapkan, Daerah Tertinggal hingga Perbatasan Jadi Prioritas
Tidak heran, fenomena ini sontak ditanggapi langsung oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Tulungagung.
Berdasarkan informasi dihimpun, Kepala Disdik Tulungagung Rahadi Puspita Bintara mengaku telah mengambil sikap.
Yang mana, dirinya melalui nama instansi telah memberikan teguran kepada pihak SDN 1 Kenayan atas kasus terkait.
“Kemarin sudah langsung ditindaklanjuti oleh Kabid SD, salah satunya teguran,” jelas Rahadi yang dikutip dari portal Pojoksatu.id.
“Kepada pihak sekolah terkait kejadian tersebut, harapan kami tidak terjadi lagi ke depannya,” lanjutnya. ***



